NONET (*)
soleh djayim Seluruh isi tasnya kembali Ia periksa. Buku catatan harian, agenda, ballpoin, ringkasan laporan, kalkulator, arsip, pensil, pengaris, penghapus, staples dan isinya, semua diperiksa. Ia kembali duduk mengingat-ingat kalau-kalau ada yang ketinggalan sambil memakai sepatu. Ternyata sepatunya sudah lusuh perlu penyemiran kembali, waktu persiapan lembali bertambah; Apa lagi yang belum ku masukkan dalam tas, jangan-jangan nanti aku harus kembali pulang mengambil berkas yang ketinggalan. Rambutku belum rapi, perlu menyisir rambut dulu. Aku harus meyakinkan diri kalau pakaianku rapi, sopan dan menambah nilai plus bagi penampilanku. “Herta, tadi pesannya Pak Nandar bagaimana?” “Tadi kan sudah saya katakan Kak, apa perlu di ulangi lagi?” ...