COKELAT DAN PUTIH
Dua ekor anjing, cokelat dan putih bintik hitam, mendesis-desis di bawah pohon Durian yang buahnya selalu jatuh sebelum matang. “Orang-orang itu, kok gitu ya?” “Siapa? Orang yang mana?” “Banyak. Mereka yang mampir di warung, bersenda gurau, bercanda. Bercerita tentang temannya.” “Memang kenapa? Kan sudah biasa.” “Semangat sekali jika bercerita menjelekan orang lain, bahkan temannya. Penuh drama, diungkit sampai ke akar serabut. Seolah tak ada kebaikan sedikitpun.” “Kamu juga ngapain ngurusin orang begituan. Kan manusia itu kadang lebih anjing dari kita yang anjing beneran.” “Kenapa juga harus bermuka dua, bahkan bermuka tiga, empat, lima. Begitu baik di depannya, begitu jauh, dihujat, dicemooh, ditertawakan, disumpahi.” ”Dan, kamu ingin mengatakan, kami kaum anjing lebih baik dari mereka.” “Nggak juga. Merasa lebih baik juga tak lebih baik dari mereka.” Dj. 22:02 23032026