Postingan

Menampilkan postingan dengan label opini

KOTAK KOSONG

Gambar
kotak kosong Menyodorkan satu pasangan calon, seperti memberi pilihan “paksaan”. Jika kau tak memilih calon tunggal, akan banyak biaya dan waktu yang terbuang bila kotak kosong yang menang. Demokratis kah? Tergantung dari perspektif mana menjawab pertanyaan itu. Kotak kosong juga pilihan. Memilih kotak kosong tidak menyalahi aturan, suaranya sah. Mengkampanyekan kotak kosong juga tidak menyalahi aturan yang ada. Hanya saja yang mengkampanyekan kotak kosong harus siap dengan hukuman sosial terutama dari pendukung pasangan calon yang ada (bukan kotak kosong). Dan hukuman sosial semacam itu rasanya akan lebih berat dan tebal dibanding saat pilkada ada lawannya. Meski pada dunia politik, saling menghujat menjadi hal lumrah dan tak bisa dihindari. Saling curiga, sengaja curiga, mengarahkan orang lain untuk tidak berpandangan yang baik pada lawannya terus ditebarkan sampai batas waktu ditentukan pemenangnya. Kenapa calon tunggal? Bukankah banyak sekali di wilayah itu orang yang berpotens...

MENCEDERAI DEMOKRASI

Gambar
  Demokrasi cedera? Cedera itu jika berbentuk fisik. Demokrasi itu sebuah sistem dalam bernegara yang saat ini dianggap paling baik dalam bernegara. Paling baik bagi Negara Indonesia, atau bagi para pendukung demokrasi. Jika kemudian ada ungkapan mencederai demokrasi, itu artinya demokrasi menjadi tidak normal karena ada sesuatu tindakan yang membuat demokrasi cedera. Normalnya demokrasi itu kayak apa si? Jika semua pelaku politik dan rakyat berlaku jujur, baik dan sesuai aturan yang telah disepakati bersama dalam perebutan kekuasaan dan pemanfaatan kekuasaan, mungkin itu yang disebut demokrasi yang sesuai dengan pengusung demokrasi. Teori demokrasi itu pasti baik, karena dibikin oleh orang yang sadar dan waras dalam kondisi tidak berkepentingan dengan kekuasaan, dengan berangan-angan bahwa kekuasaan itu sebagai amanah yang harus dijalankan dengan baik tanpa memanfaatkan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, keluarga dan golongannya. Dalam perebutan kekuasaan di dunia demokras...

JOKOWI MASIH MENANG

Gambar
Kemenangan Prabowo – Gibran dengan perolehan suara sampai 58% dari hasil quick count seperti sudah menjadi hasil final kalau paslon Prabowo – Gibran akan menjadi presiden dan wakil presiden periode 2024 -2029, meski masih ada upaya dari dua kubu yang kalah untuk menghambat jalannya. Pemilu-pemilu sebelumnya, belum pernah gugatan dari kubu yang kalah membuat calon presiden dengan perolehan suara terbanyak gagal dilantik menjadi presiden. Komunikasi politik yang kami baca di luar dari berbagai berita, sepertinya berbeda dengan komunikasi dan pertemuan para elite politik. Mereka bisa melihat kebawah pergerakan dan kecenderungan para voter terhadap kemungkinan-kemungkinan kedepan jika memilih berkeputusan dari alternatif-alternatif yang mereka ciptakan. Keputusan dengan berbagai pertimbangan untuk memanfaatkan dan mempertahankan kekuasaan. Pergerakan-pergerakan politik selalu menciptakan kejutan-kejutan baru. Para pengamat politik sering tidak tepat membaca dan terkecoh. Pengamatannya ...

GIBRAN

Gambar
M enyebut nama Gibran, bagi penyuka sastra akan terbersit nama besar Kahlil Gibran, sastrawan kelahiran Lebanon yang karya sastranya mendunia. Dalam dunia politik Indonesia, nama Gibran juga tenar dan langsung mengarah pada sosok Jokowi, presiden Indonesia yang ketujuh. Gaya berpolitiknya juga meneruskan gaya ayahnya dengan dimodifikasi menyesuaikan alam politik sekarang. Gerak-gerik Gibran selalu jadi sorotan mata politik Indonesia. Media sosial dan kabar selalu tertarik memuat tentang Gibran yang datar-datar saja kalau mengkomentari pertanyaaan ataupun komentar yang ditunjukan padanya. Menjadi ramai sekali ketika Gibran ketemuan dengan Prabowo Subianto yang (kemungkinan) calon presiden dan masih   menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Gibran bisa dengan mudah jadi Walikota Solo, tentu ada sumbangsih besar dari nama besar bapaknya. Nggak heran jika partai politik di Solo nggak ada yang berani memunculkan nama untuk melawan Gibran. Alhasil, lawannya dari jalur Independen dan b...