MAU KEMANA
Betapa sibuknya dunia. Terburu-terburu, tergesa, berlari, ngebut. Waktu dianggap berjalan terlalu lambat. Saya tertegun. Ruas jalan yang lebar dan panjang seperti kurang tempat, kurang lebar, sempit. Suara knalpot saling menyapa, saling menderu melepas dendam. Sebagian besar merasa paling penting dan paling buru-buru, hanya sedikit yang menikmati perjalanan. Dengan bendera putih di ujung sebuah bilah, saya mulai menyetop satu persatu mereka yang melintas. Tak ada tanda di depan ataupun di belakang saya. Yanso, teman saya ikut membantu. Saya tanya dan saya rekam di HP yang sudah saya siapkan baterai dan ruang simpannya, setiap orang yang berkendaraan ataupun yang jalan kaki. Yanso yang berbadan gempal, tinggi 165, berambut cepak menantang langit, dengan wajah kaku menghentikan agak paksa pengendara yang berusaha lolos. “Anda mau kemana?” “Saya mau nganter anak sekolah Pak.” Suaranya datar. Anak lelakinya yang berseragam SD mendorong pundak ketakutan terlambat. “Bapak habis beran...