SERIBU LAKI-LAKI SATU PEREMPUAN
Pulau kecil yang terapung itu jika malam tampak gelap tanpa sinar listrik. Tak ada suara musik, radio ataupun tivi. Sunyi. Semua suara adalah suara alamiah. Tak ada lalu lalang mobil atau motor, tak ada rumah gedung menjulang. Sepi, tak ada kesibukan dunia modern yang berlari berpacu dengan waktu, saling mendahului dan oportunis. Manusia yang tinggal di situ pun, tak bertempat di rumah-rumah yang layak. Sekedar tempat berlindung dari dinginnya angin malam dan berteduh saat hujan datang. Ada yang tinggal di bawah tebing dengan cekungan kecil semacam goa, ada yang tinggal di bawah sisa reruntuhan bangunan, ada yang bikin gubug sederhana tanpa bilik. Dataran tinggi di bibir pantai itu terpisah dari induk pulau setelah gempa dahsyat 7,8 skala Richter di kedalaman sepuluh kilometer di dasar laut, tujuh ratus meter dari bibir pantai diikuti Tsunami dahsyat yang menggulung seluruh hasil peradaban manusia sejauh jangkauan a...