Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

ALAM MENEPUK KITA

Gambar
djayim.com Alam serasa tidak bersahabat dan memposisikan kita harus waspada setiap saat. Saat musim penghujan, arus air yang melewati sungai-sungai, keruh, penuh sampah dan mengangkut lumpur dari bukit-bukit yang menggigil karena kulitnya terus mengelupas. Air yang lembut, bening, menyegarkan dan membawa kedamaian saat keluar dari mata air yang bersih, berubah menjadi sangat menakutkan ketika turun dari langit berjuta-juta kubik, bergerak cepat melibas semua yang dilewati. Tak pilih-pilih, batu, cadas, rumah, jalan, bukit, semua yang ada didepannya dibentur tak peduli apakah akan rusak atau tak apa-apa.   Air dari langit itu seperti ingin segera cepat sampai ke laut. Seperti enggan berlama-lama bertahan di bukit-bukit, enggan berlama-lama di lembah-lembah, enggan berlama-lama pada tanah yang sudah semakin rapuh dan kotor. Manusia itu sebenarnya tahu, setiap hari bumi dan langit diracuni siang dan malam. Manusia itu sebenarnya tahu bahwa mengkhianati bumi yang telah be...

SUARA KEBENCIAN

Gambar
djayim.com Suara berupa ujaran kebencian atau ( agar nampak keren ) Hate Speech menjadi sesuatu yang dibatasi dengan terbitnya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE). Pemerintah bersama DPR RI, sepakat bahwa: Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), akan terkena sanksi hukuman. Ujaran kebencian atau Hate speech  adalah perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan, permusuhan, ketidaknyamanan, anarki dan sikap prasangka yang timbul karena lahirnya hate speech tersebut. Ada pepatah mengatakan, lidah lebih tajam dari pedang. Da...

MENYALAHKAN

Gambar
djayim.com Menyalahkan itu gampang dan mudah. Apalagi jika menyalahkannya tidak perlu argumen untuk perdebatan lebih jauh. Timbul rasa ingin menyalahkan pendapat orang lain, karena tidak sesuai dengan apa yang diyakininya. Sebuah keyakinan didasari oleh argumen dan alasan. Argumen dan alasan itu bisa sampai jauh berakar-akar ke bawah dengan segala alat pendukungnya yang semuanya diyakini benar dan berkaitan. Benar yang diyakini, karena argumen atau alasan lain tidak dianggap benar dan tidak sesuai. Benarnya sebuah keyakinan, belum tentu dibenarkan oleh individu lain atau kelompok lain. Benar sebuah keyakinan berbeda sekali dengan benar yang telah ditetapkan dalam aturan-aturan tertentu yang telah disepakati bersama atau aturan yang harus, mau tidak mau, ditaati. Juga sangat berbeda dengan benar secara matematis. Dua kali dua itu empat, jika tidak empat salah, titik. Dan benar macam ini tidak dibantah. Atau bisa saja ini disebut betul. Bahkan kebenaran sebuah rasa atau yang be...