Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

TENANG DALAM TAKUT

Perasaan takut dipunyai semua orang normal. Takut itu perasaan ngeri atau gentar terhadap sesuatu yang dianggap mendatangkan bahaya bagi dirinya atau yang berkaitan dengan dirinya. Takut juga bisa karena merasa jijik atau geli terhadap sesuatu. Perasaan takut ini membuat orang menjadi gelisah, berusaha menjauhi, menghindari dan atau timbul rasa ingin melenyapkan obyek penyebab rasa takut itu. Rasa gelisah dalam hati   ini menyebabkan jiwanya tidak tenang dan mempengaruhi fisik raganya mengekspresikan kegelisahan. Rasa takut menyebabkan ketidaktenangan pada jiwa raga. Jika kita mendengar atau membaca sebuah ungkapan ‘tetap tenang nggak perlu takut’ pada sesuatu kondisi yang membuat ketakutan, dapatkah kita melakukannya? Ungkapan itu sejatinya hanya setetes embun untuk menghilangkan dahaga. Sadar setetes embun tidak mungkin menghilangkan dahaga, tetapi tetap saja diterima karena tidak merugikan, terasa sedikit bikin adem dan menolaknya pun hanya buang-buang energi, juga membua...

MEMBUNUH KARAKTER.

K alimat pembunuhan sudah sangat sering di dengar. Pembunuhan itu membuat sesuatu menjadi mati. Membunuh itu melakukan kegiatan pembunuhan yang menjadikan obyek yang dibunuh mati. Menghabisi nyawa secara sengaja. Membunuh biasanya diterapkan pada makhluk hidup yang bergerak. Jika diterapkan pada makhluk hidup yang tidak bergerak menjadi janggal atau dirasa tidak pas. Membunuh pohon, misalnya, ini akan terasa janggal meskipun jika diperdebatkan bisa saja diterapkan. Mematikan pohon, di tebang atau di teres, terasa lebih enak dirasa dibandingkan dengan membunuh pohon. Pembunuhan karakter itu usaha secara sengaja membunuh karakter seseorang dengan menghabisi atau mengikis karakter yang dipunyai seseorang supaya karakternya mati atau berubah, sesuai dengan keinginan si pembunuh. Ada karakter korban yang tidak disukai oleh si pembunuh. Suka atau tidak suka itu subyektif, jadi kenapa si pelaku melakukan pembunuhan itu, alasannya bersumber dari persepsi yang subyektif dan untuk kepentinga...

TAKUT MATI

M eski kita sadar pada akhirnya semua manusia, bahkan semua makhluk hidup akan mati, tapi kita diberi rasa takut tentang kematian. Berbagai cara dilakukan untuk mempertahankann hidup dan menghindari kematian. Sepertinya umur dan waktu mati kita yang menentukan, sesuai dengan kesiapan dan keinginan, sesuai dengan schedule yang telah diatur sesuai selera pelaku hidup. Mayoritas manusia sadar, tak mengerti kapan dan dimana saat tiba waktunya mati. Sadar nggak bisa nawar dan nggak bisa sesuai permintaan, kecuali jika dengan cara bunuh diri. Tapi, mempertahankan diri dari kematian adalah sebuah keharusan, setidaknya mempertahankan diri sebelum waktunya tiba yang bisa tidak lagi bisa mengelak. Mempertahankan diri untuk tetap hidup adalah sebuah perjuangan terus menerus sampai pada titik waktu ‘kekalahan’ dan menerimanya. Begitu berharganya hidup sampai kadang lupa cara kita bertahan untuk hidup bersinggungan dengan orang lain yang juga sedang bertahan hidup. Tak jarang cara bertahan un...