Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

JEJAK DIGITAL

Mengunggah tulisan, foto, video, dan suara pada jaman serba internet, semua orang yang nggak gaptek, bisa melakukannya. Asal menulis, hampir semua orang bisa, tetapi untuk menghasilkan tulisan yang baik dan enak dibaca perlu keahlian tersendiri. Lain halnya dengan merekam video, memfoto atau merekam suara, asal tahu aplikasi yang bisa dipakai dan tahu tobol-tombol yang harus dipencet, aktivitas merekam bisa dilakukan. Dan, internet siap manampung semua konten yang di upload , walau kemudian ada yang segera di down   oleh operator jika mengandung konten yang tidak semestinya atau melanggar aturan yang diterapkan pada negara tertentu. Hanya dengan sentuhan jari, selesai upload seluruh jagat raya yang terkoneksi internet dapat melihatnya. Tak peduli apakah sengaja meng upload   atau tidak sengaja, dunia digital telah mencatatnya dan jejak digital telah tergores. Peng upload bisa saja kemudian memutuskan untuk menghapusnya, tapi jika ada pihak lain yang sudah men download atau m...

TOLERANSI DOMINASI

  Karena perbedaan keyakinan dan cara yang tidak bisa disatukan menjadi satu ruang yang sama dalam memahami dan menjalani, muncullah ruang rasa penghubung yang disebut toleransi. Bahasa gampangnya, silahkan kamu begitu yang penting jangan mengganggu aku. Berbeda, perbedaan,   itu manusiawi, dan berkeinginan untuk mengarahkan yang berbeda supaya sama dengan apa yang diinginkan oleh ‘aku’ juga manusiawi. Pada taraf tertentu orang merasa bahwa segala apa yang diyakini dan dilakukan oleh ‘aku’ adalah yang paling ideal, nyaman dan membahagiakan. ‘Aku’nya kemudian tak sadar tumbuh pada ruang egois yang memutuskan; yang tidak seperti   ‘aku’ harusnya berubah ke arah seperti ‘aku’. Karena masing-masing berkeinginan menciptakan suasana seperti yang ‘aku’ inginkan, lahirlah ruang-ruang perkelompokan yang mempunyai rasa sama atau seridaknya mirip. Ruang-ruang perkelompokan itu tak bisa sama identik dengan perkelompokan yang lain. Dan kembali lagi, rasa egois telah dan akan terus men...

Ber-GAGAL PAHAM

Seseorang yang mempertahankan pendapat dan keyakinannya sering kali sengaja memotong sebagian pernyataan orang yang berseberangan untuk dikomentari sekaligus membuat pintu masuk untuk menyerang. Jika Ia lebih berhasil dalam menyebarkan pernyataanya lebih luas, Ia akan lebih dominan dipercaya daripada lawannya yang bisa saja secara keilmuan tertentu lebih benar. Orang tersebut sengaja ber-gagal paham untuk membelokan arah pernyataan karena tidak sesuai dengan nafsu keinginannya. Keinginan untuk menang lebih dominan sehingga melakukan sesuatu yang sebenarnya bertentangan dengan hati nurani yang tak mau berbohong. Kemenangan menjadi kenikmatan yang membutakan nurani. Melupakan rasa nurani yang sebenarnya sangat lebih nikmat jika berjujur. Kita sering kali lihat di media sosial dan media massa digital, sebuah pernyataan seseorang yang sengaja diambil sebagian dan ditanggapi hanya potongan pernyataan tersebut untuk sengaja membelokan opini dan bertujuan berpihak padanya. Bagi orang yang k...

PAHLAWAN PERANG.

  Membahas perang lagi setelah sebelumnya ‘mengapa, perang’ . Perang itu sebuah pekerjaan berat jiwa raga. Mempertahankan sebuah keyakinan bahwa misi dalam berperang adalah sebuah kewajiban yang harus dilakoni dan lari dari gelanggang adalah sebuah pengkhianatan yang tak terampuni. Pilihannya hanya satu tujuan, maju untuk menang. Untuk menang harus menguasai musuh. Jika musuh terus melawan tanpa menyerah, membunuh adalah cara untuk menguasainya supaya musuh yang masih tersisa sedikit mau menyerah. Perang itu kegiatan saling membunuh, saling merusak, saling meneror, agar musuh mau tunduk dan diakuasai. Jika perang telah usai dengan ada pihak yang kalah dan ada pihak yang menang, lahirlah pahlawan perang bagi masing-masing kubu. Siapakah pahlawan perang? Yang paling banyak membunuh? Yang banyak menyelamatkan jiwa? Yang membuat perang menjadi batal dan berdamai? Jika pahlawan perang adalah orang yang paling banyak membunuh, ia adalah pembunuh sesama manusia. Di pihak lawan, se...

MENGAPA, PERANG

Yang belum pernah mengalami ikut berperang, pernah nggak berimajinasi sebagai bagian yang aktif berperang? Jika pernah menonton film perang, kemungkinan besar imajinasinya terpengaruh dan masuk pada salah satu tokoh pada film itu. Perang identitik dengan darah, membunuh, mengintai, senjata, kematian dan perebutan. Akan muncul pahlawan pada masing-masing kubu dan ada juga yang dituding sebagai penghianat. Puja-puji, cerita tentang keperkasaan dan keberanian menjadi enak sekali bagi kubu yang menang, Kenapa harus membunuh sesama manusia? Bahkan untuk membunuh manusia yang dianggap lawan, ada pelatihan khusus bagi militer supaya bisa menyisati segala keadaan dan bisa membunuh lawan dengan tujuan menguasai segala apa yang dipertahankan oleh lawan. Dengan berlatih terus menerus dengan penerapan di siplin yang ketat diharapkan bisa menguasai lawan jika harus berperang. Anggota militer identik dengan raga yang kuat, gagah, pakaian yang penuh dengan alat dan simbol-simbol yang tertempe...

CARA BERBEDA KE SURGA

Ujung tujuan hidup adalah kebahagiaan. Apapun yang dilakukan orang demi bisa bahagia sekaligus menikmati kebahagiaan dengan berusaha agar kebahagiaan itu selalu ada. Banyak orang berkeyakinan tempat penuh kebahagiaan seluas ruang yang ada dan sepanjang waktu, ada di sorga. Sorga bagi penganut agama ( samawi ), ada setelah kematian dan setelah beberapa tahapan alam, setelah kehidupan di dunia. Orang yang berkeyakinan seperti itu akan berusaha sekuat tenaga, sepenuh jiwa raga supaya mendapatkan surga kelak di alam akherat yang abadi. Kemenarikan sorga yang penuh dengan kebahagiaan yang tak ada akhir, membuat orang melakukan semua tata aturan agama yang di anut. Kegiatan-kegiatan seperti puasa sepanjang hari, sholat di malam atau dini hari yang dingin, sholat tepat waktu, ( dalam agama Islam ) atau ritual dalam agama lain yang mengikat dan menjerat, yang menurut orang yang berbeda keyakinan merupakan kegiatan yang tidak mengasyikan, akan dilakukan dengan tulus dan menikmati setiap w...

KOPI, BERTULISKAN ONTOSOROH DAN DARSAM

Gambar
Sebuah bungkus kopi bubuk berbungkus cokelat dengan tulisan Ontosoroh dan di bagian bawah ada tulisan, blender Darsam, membangkitkan ingatan saya tentang seorang sastrawan besar dengan   novel tetralogi yang hebat dan mengagumkan. Pramoedya Ananta Toer dengan empat novelnya:   Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca, yang di dalamnya terdapat seorang tokoh perempuan bernama Ontosoroh dan seorang laki-laki centeng bernama Darsam. Karakter mereka berdua tergantung pada imajinasi si pembaca novel atau yang menonton film berjudul Bumi   Manusia. Jika pembaca novelnya dan tidak menonton film Bumi Manusia, imajinasi karakter, bentuk tubuh, tingkah laku kedua tokoh itu berbeda-beda setiap kepala. Lain halnya jika membaca novel dan nonton filmnya, membaca karakter Ontosoroh dan Darsam akan terpengaruhi karakter dari rekaan sang sutradara Hanung Bramantyo. Saya sendiri tak menonton film Bumi Manusia, pernah mau nonton lewat smartphone dan sempat lihat trailer-...

IJIN BERANGKAT

  “Kau akan tetap berangkat, nak?” “Maaf Ayah, saya nggak enak sama teman-teman saya. Nanti dikira tidak punya prinsip, tak idealis.” “Kamu lebih merasa tidak enak pada temanmu dibanding dengan ayahmu?” “Tidak begitu, Yah… “ “Terus, apa pertimbanganmu?” “Ini demi kita semua, Ayah. Demi rakyat, demi negara tercinta ini, demi bangsa dan negara.” “Hebat kau nak. Rakyat yang mana yang kau maksud?” “Rakyat yang rugi jika ini dibiarkan.” “Kau yakin semua rakyat akan merugi jika ini benar-benar diundangkan?” “Mungkin tidak semua, Yah. Kami berpikiran akan lebih banyak rakyat, lingkungan hidup dan negara yang dirugikan.” “Undangg-undang ini justru akan memakmurkan rakyat, nak. Rakyat Indonesia. Indonesia akan menjadi makmur, sejahtera dan maju seperti negara-negara lainnya.” “Hak-hak buruh banyak yang diamputasi, pengusaha punya dasar hukum untuk itu. Hutan, lingkungan hidup akan rusak. Ini jelas bukan kearah yang lebih baik, Yah.” “Kau salah memahami nak. Kau pah...