Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

BIOGRAFI SINGKAT PRAMOEDYA ANANTA TOER

Pramoedya dilahirkan di Blora, di jantung Pulau Jawa, pada 1925 sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya ialah guru dan ibunya ialah pedagang nasi. Ia meneruskan pada Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya dan bekerja sebagai juru ketik untuk surat kabar Jepang di Jakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia. Pada masa kemerdekaan Indonesia, ia mengikuti kelompok militer di Jawa dan seringkali ditempatkan di Jakarta di akhir perang kemerdekaan. Ia menulis cerpen dan buku sepanjang karir militernya dan dipenjara Belanda di Jakarta pada 1948 dan 1949. Pada 1950-an ia sanggup tinggal di Belanda sebagai bagian program pertukaran budaya, dan saat kembalinya ia menjadi anggota Lekra, organisasi sayap kiri di Indonesia. Gaya penulisannya berubah selama masa itu, sebagaimana yang ditunjukkan dalam karyanya Korupsi, fiksi kritik pada pamong praja yang jatuh di atas perangkap korupsi. Ini menciptakan friksi antara dia dan pemerintahan Soekarno. Hoakiau di Indonesia Selama masa it...

Perlu keUnikan

Keunikan sering menjadi pelepas kepenatan dan kelelahan pkiran. Rutinitas keseharian yang biasa-biasa saja dan itu-itu saja gampang sekali membuat kita jenuh. Sering perasaan jenuh itu kemudian melahir kan perilaku aneh yang muncul tak disangka-sangka dan tiba-tiba . Sering pelepasan kejenuhan oleh seseorang menimbulkan korban jiwa terhadap orang disekelilingnya. Beberapa kejadian penembakan membabibuta dengan perasaan tak bersalah sering kita dengar. Di Amerika contohnya. Tak jarang pelakunya adalah seorang yang berprestasi di sekolahnya atau seorang mahasiswa yang berprestasi dan cerdas. Sepertinya ada yang tersumbat di hati dan pkirannya sehingga si pelaku ingin melepasa sumbatan itu dan melakukannya dengan berperilaku seperti yang ada dalam imajinasinya. Ia menciptakan sendiri dunianya, kemudian menjadi tokoh yang Ia banggakan untuk melepas segala yang tersumpal dan tersumbat dalam benaknya. Tak ada pelepasan dan penampungan hati yang gundah karena pemikiran yang tak juga me...

Temanku di Bali

Tentang Bali, aku sangat tertarik karena di berbagai gambar, -di kalender, di koran-koran, di majalah-majalah, di berita-berita, sangat menakjubkan. Juga teringat lagunya Slank Terimakasih Baliku, yang bercerita tentang terimaksihnya untk budaya dan alam, tentang cantik gadismu dan kerasnya arak Bali. Keterpaduan unik membuat penasaran. Teringat juga tentang Bom Bali yang menggemparkan dunia. Bekas lukanya yang menganga terus menyelimuti langit Bali. Sebuah idealismen kepercayaan berusaha untuk mengahancurkan idealisme kepercayaan lain, dan korban jiwa berjatuhan. Bumi retak-retak luka. Hati teriris bertemu ujung dengan tetesan air mata di bawah jantung yang berdegup tak bernada. Mulut-mulut gemeretak mencerca. Dan api segera padam berembus bersama angin lewat celah jendela di dada yang menerima. Suatu ketika. Aku sambangi Bali. Elok, sayang sampah masih seperti di tempat lain. Disepanjang jalan yang kanan-kirinya rimbun rerumputan dan pohon liar, mataku selalu berbinar. Benda-...