Label

Rabu, 13 Februari 2013

Perlu keUnikan


Keunikan sering menjadi pelepas kepenatan dan kelelahan pkiran. Rutinitas keseharian yang biasa-biasa saja dan itu-itu saja gampang sekali membuat kita jenuh. Sering perasaan jenuh itu kemudian melahirkan perilaku aneh yang muncul tak disangka-sangka dan tiba-tiba. Sering pelepasan kejenuhan oleh seseorang menimbulkan korban jiwa terhadap orang disekelilingnya. Beberapa kejadian penembakan membabibuta dengan perasaan tak bersalah sering kita dengar. Di Amerika contohnya. Tak jarang pelakunya adalah seorang yang berprestasi di sekolahnya atau seorang mahasiswa yang berprestasi dan cerdas. Sepertinya ada yang tersumbat di hati dan pkirannya sehingga si pelaku ingin melepasa sumbatan itu dan melakukannya dengan berperilaku seperti yang ada dalam imajinasinya. Ia menciptakan sendiri dunianya, kemudian menjadi tokoh yang Ia banggakan untuk melepas segala yang tersumpal dan tersumbat dalam benaknya.
Tak ada pelepasan dan penampungan hati yang gundah karena pemikiran yang tak juga memuaskan tentang saling keterkaitan pemikiran satu dengan pemikiran lain yang tak ada ujungnya. Pikiran manusia yang memang tak mampu untuk memahami kejadian-kejadian sebab akibat secara keseluruhan yang terjadi di alam dan pengingkaran terhadap kekuatan Allah SWT sering menjadikan manusia berbuat sesuatu yang menurutnya penemuan baru yang bisa menguak keajaiban alam. Kadang buah pemikiran itu seperti hanya untuk mengingkari pemikiran Kekuasaan dan Kekuatan Allah. Seperti sekedar untuk memberi argumen terhadap pernyataan yang telah  kadung dilepaskan dengan dibungkus aturan-aturan ilmiah. Semakin jauh mengingkari kekuasaan Allah SWT dan semakin ingin membuktikan bahwa manusia dengan kekuatan pikiran dan otaknya mampu menguak misteri alam, semakin jauh dan banyak pula hal-hal baru yang sebelumnya tak terpikirkan.
Berpikir unik, dengan sederhana tapi belum terjamah sebelumnya, sering menjadi titik awal dari pemikiran besar yang menguak sedikit misteri alam semesta. Sebuah apel yang jatuh dari pohon yang menurut orang lain sebuah kejadian biasa, menimbulkan pemikiran baru dari seorang Isaac Newton yang membuahkan hasil tentang tentang kekuatan gratifasi. Benda-benda unik bisa membuat hati dan pikiran terhibur. Para pemburu benda-benda unik rela berkorban waktu dan harta bendanya untuk mengoleksinya. Tempat-tempat unik menjadi tempat wisata yang menyedot perhatian para wisman yang perlu suasana baru di tengah rutinitas keseharian yang terus meners dan membosankan.
Sebuah buku catatan-catatan kecil yang dkoleksi dirawat dari, setelah berumur puluhan tahun menjadi hal yang mengasyikan untuk membacanya. Seperti menelusuri perjalanan yang telah dilalui di masa yang kita telah melupankannya. Saat membaca tulisan kita yang ketika masih remaja kita sering terhentak oleh pemikiran yang sederhana dan sekarang hal tersebut menjadi trend atau menjadi dasar sebuah kebudayaan yang sedang berlangsung. Jangan gampang membiarkan ide unik sederhana yang kadang muncul sembarang waktu dengan hanya mengandalkan daya ingat tanpa ditulis. Daya ingat kita sering kurang mampu memunculkan dengan cepat apa yang telah ditampung.
Hobi-hobi unik juga menjadi pelepasan kelelahan pikiran dan kelelahan hati. Hal-hal yang menurut orang lain tak ada gunanya dan mubadzir, menurut si penghobi, merupakan kesenangan yang tak bisa diukur dengan uang atau benda lain. Tak jarang hobi itu extrem dan menantang maut. Para penghobinya merasa semakin extrem dan semakin berbahaya, nilai kepuasannya semakin tinggi. Hal-hal semacam itu tak semuanya bisa dimengerti oleh yang  merasa tak bisa mengambil kenikmatan dengan melakuakan hal seperti itu.
 Dan, mencatatlah dengan keunikan.
Unique.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar