Jumat, 21 November 2014

Hujan kemarin sore


hujan kemarin sore, ketika aku pulang, selalu memngingatkanku tentang jalanberlubang-jalanberlubang yang tak pernah sempurna tertutupi. jejak sejarah pemerintah. tercatat amarah tumpah. air-air menggelontor menggerus bahu jalan, mengaliri drainase yang rusak, yang tetutup tanah dan batu-batu, yang bercecer sampah plastik sepanjangnya.

ini hari dan besok seterusnya, aku melewatinya lagi. berharap diperbaiki, berdoa tak terlalu banyak anggaran yang dikorupsi. tak ada sensasi berita kebobrokan terdengar,  tak ada kelakuan penggede terhormat  bercakaran berebut kursi kekuasaan berkoar lantang, hipokrit; demi rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar