Jumat, 28 November 2014

membangun trotoar



bapak-bapak membangun trotoar disepanjang jalan perkotaan. Mengecatnya, menempatkan warna yang serasi agar mata berasa nyaman memandang. drainase diperbaiki, dirapikan. ditanaminya pohon peneduh agar saat panas tak menyengat, agar hujan tak langsung menghujam tanah, agar udara menjadi segar, agar burung bisa berdendang di dahannya dan beranak pinak. 

bapak-bapak membangun trotoar, para pedagang kalilima mengintip. menandai tempat, tengak-tengok kanan kiri atas bawah. ‘akan aku buka lagi tempat dagang di sana.’

sebelum pohon peneduh rindang, torotoar baru yang dibangun bapak-bapak. segeralah atap-atap bedeng kaki lima menutupnya. bergelantungan  warna-warni barang dagangan dihiasi promosi, harga murah barang berkualitas, bergelantungan menari-nari bersenyum-senyum menyapa.
sampah-sampah plastik bertebaran, pewarna makanan membentuk lukisan melompat-lompat, lalat segera berkembang biak terbang hinggap disana disini, di tempat kotor di tempat tak bersih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar