Selasa, 19 Juli 2016

berhentilah sejenak

hujan, berhentilah sejenak. aku ingin menikmati rumput basah mengusap kulit kaki yang sengaja telanjang menyapamu. membiarkan pucuk-pucuknya melukai kulit, merasakannya. memberi sempat burung yang sedang berteduh di dedaunan, pulang ke sarang berdongeng tentang asap knalpot yang telah membuat hitam daun semuanya. tak mengapa mendung tetap ada, bersungut menahan konak. memilah sinar untuk jendela berbeda, pada pintu yang sama dengan arah tak terduga. jika masih sempat, datang dengan angin sepoi hanya sedikit basah. biar nafas bisa bicara tak tersendat, dengan aliran air di sungai kecil disamping kanan rumah. dengan muara kata, menyejukkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar