Senin, 03 April 2017

PPP Djan Faridz

Secara gampang, PPP itu partai yang berbasis islam dan seingat saya pun berazas Islam dengan ditunjukkan oleh gambar Ka’bah. Dalam pemikiran yang nggak neko-neko, kita boleh menebak dengan yakin, kalau PPP di DKI Jakarta yang mendukung calon Gubernur yang berlatarbelakang beragama Islam. Itu mungkin cara berpikir sederhana dengan tidak perlu mengkaitkan dengan kepentingan duniawi dalam berpolitik.

Dengan memasuki dunia politik dengan segala kepentingan duniawi dan perebutan kursi kekuasaan dengan segala kemungkinan peluang yang didapat di masa datang yang belum diketahui, maka segala keputusan dukung mendukung menjadi sangat berbeda dari perkiraan yang berlandaskan pemikiran sederhana. PPP (pimpinan) Djan Farid memilih mendukung Ahok dalam perebutan kursi Gubernur DKI 2017-2022, bukan sebuah keputusan yang aneh dalam dunia politik. Tapi, bagi orang yang berpikiran sederhana lepas dari permasalahan politik, menjadi sebuah keputusan yang aneh dan merugikan PPP di masa depannya, baik tingkat DKI Jakarta atau pun tingkat Nasional.

Kepentingan sesaat dan individualis atau sekelompok pengurus partai yang berkepentingan, melupakan masa depan partai dan melupakan hati para pendukung partai yang mungkin merasa terhianati. Saya yakin saja, jika para para pendukung PPP sejati adalah orang Islam yang Islami dan berusaha untuk berperilaku secara Islami dan menghindari munafik. Salah satu cara memprotes Djan Farid dengan tidak mengikuti keputusannya mendukung Ahok. Menyesali keputusan pimpinan partai yang sudah hampir tak mungkin untuk dirubah sambil terus berharap partainya tak berkurang jumlah suaranya dalam pemilu mendatang.

Tak perlu dipertanyakan tentang idealisme dalam politik dan dalam pengendalian sebuah partai. Semua bertujuan pada sebuah pencapaian kekuasaan. Kekuasaan dan materi menjadi pertimbangan dalam menentukan arah partai. Untuk alasan, bukan sebuah hal sulit untuk mencari argumen dalam setiap keputusan. Bahasa kasarnya, ‘pelacur pun punya argumen.’

Maka tak perlu sakit hati bagi para pendukung dan penggembira partai jika pimpinan partainya berkeputusan jauh dari tujuan awalnya. Selamat bertaruh dalam berebut suara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar