Sabtu, 20 Mei 2017

sepanjang jalan, jalan itu

Selalu saja aku terpesona dengan jalan yang dilewati saban hari.
Tak dihitung berapa kalinya. Tak sempat. Terasa tak perlu. Jalan yang sama yang selalu dilewati, kadang menggugah hati. Mengenang dan membaca.
Ada yang banyak kurang pas pada saat tertentu, dan mengingatnya sekedar untuk tidak terjerembab jatuh terlempar.
Kadang gelap dan hujan lebat mengantar pada lubang yang semestinya terhindar. Atau sering juga terpaksa menerabas kebimbangan dan berkelit cepat mencari selamat.
Masih di jalan yang sama. Jalan yang bermuara satu, jalan yang di tengah bercabang-cabang, bermarka-marka. Petunjuk-petunjuk masih berdiri dingin di tepi jalan, menjelang persimpangan. Kadang terabaikan, kadang segaja terlupakan.
Malam atau dini pagi bersiap untuk pagi berangkat, pada jalan yang sama untuk melewati. Sampai pada titik sampai dan tak lagi bisa berangkat. Mati.
Maret 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar