Sabtu, 16 Desember 2017

PERJALANAN ITU SELALU

karena perjalanan itu selalu ada tak berhenti
menjaga saja agar tenaga memberi nafas pada hati, 
melaju
melewati sesuatu tanpa bekas tapak atau banyak bekas 
memberi arah dan pertanda dan huruf-huruf yang bisa terlihat 
bisa sama sekali tak nampak, 
mata hati bisa melihat?.
tepian itu hanya pengingat, semua bisa membiarkan, semua bisa mengabaikan
arah itu bagi yang mau, bagi yang mengerti, bagi yang tak terbebani
bisa juga membaca arah burung terbang, 
atau arah awan berarak pergi menepi langit.
ketika senyum dan tawa kanan kiri mencanda, 
menawari untuk sejenak berhenti, mengikat demi sedikit sampai berhenti, terlena.
”pakaian dan makananmu tak pantas dan tak cukup, berhentilah sejenak, ini di sini nikmati bersama kami. kami bisa bernyanyi, bisa menari.”
mendayu, merayu, menyanyi lagu riang, ringan, berjejer sepanjang tepian. berwarna-warni merayu rasa. “kau akan sampai juga. tak perlulah tergesa. senja pasti datang tak perlu diburu. lihatlah kakimu sudah bengkak dan bernanah.”
karena perjalanan itu selalu ada tak berhenti
hujan itu penyejuk kulit ketika terbakar matahari, angin itu kipas alam tanpa pamrih sepenuhnya.
selalu pada jalan yang di tetapkan, di ujung sana tampak pintu gerbang yang di dalamnya harum aroma bunga beringsut berkabar ketika bayangan badan telah memanjang ke timur.
saat masuk maghrib, masuklah pada taman yang terang benderang meski tanpa lampu satupun.

11NOP2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar