Kamis, 12 April 2018

BIAYA GEDUNG BESAR DARI BELANJA


“Hebat ya pak, orang yang punya gedung sebesar itu. Berapa ratus milyar biaya untuk membangunnya?”
“Ya hebat memang. Biaya bikinnya mungkin triliyunan Rupiah.”
“Darimana uang sebanyak itu ya Pak?”
“Ya, dari Bank. Bank Indonesia. Kalau bukan dari Bank Indonesia, berarti uang palsu.”
“Maksud saya, dari mana didapatnya? Dari jual apa, dari usaha apa, bagaimana caranya.”
“Dari Bank!”
“Maksudnya gimana pak? Kalau dari Bank saya tahu.”
“Pinjam di Bank.”
”Boleh sih pak?”
“Bolehlah. Memang kenapa? Bank juga perlu orang yang pinjam uang. Kalau nggak ada yang pinjam, gimana coba bank bisa bertahan?”
”Bertahan gimana pak. Kayak pertandingan sepakbola aja ada bertahan.”
“Bertahan untuk mengembangkan usahanya. Kan dari orang yang pinjam dan ngasih bunga, bank bisa membiayai operasional dan mengembangkan usahanya.”
“Oh.. iya yah..”
“Ya iya lah.”
“Berapa ratus juta tiap bulannya untuk biaya listrik dan perawatan gedung sebesar itu ya pak?”
“Kalau mau tahu, tanya pengelolanya.”
“Berarti ke yang punya?”
“Yang punya belum tentu tahu. Mungkin yang punya lagi jalan-jalan di luar negeri. Yang punya kan tinggal mbayar orang untuk mengurusnya.”
“Oh, gitu ya pak?”
“Iya.”
“Terus si pengelola dari mana lagi uang untuk biaya semuanya.”
“Dari mereka yang datang ke gedung itu dan yang berkaitan dengan yang ada di situ. Dari yang belanja. Berarti dari kita yang merasa diberi fasilitas. Kita yang bekerja keras banting tulang siang malam untuk cari uang, mereka yang hanya duduk-duduk manis di ruang kerja yang ber-ac dan wangi, menikmati hasil hanya dengan mengajak kita-kita kaum konsumer untuk belanja. Dari kita yang terbuai oleh iklan-iklan yang menarik.”
“Iya juga ya pak. Dari belanja kita pak.”
“Iya, semua dari perputaran uang. Perputaran uang itu, intinya; belanja. Belanja barang dan jasa. Di gedung-gedung itu, semua mengajak kita-kita kaum konsumer untuk belanja. Bahkan belanja yang kita tidak perlu-perlu amat, karena ajakan iklan, kita membelinya.”
“Dari kita yang belanja ya pak.”
“He eh..!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar