Postingan

DI LEMBAH LESTANA DAWA

Gambar
  Tak ada kelus kesah, setiap orang yang berangkat kerja seperti mau ke wisata baru dan indah. Tiang-tiang listrik dengan kabel yang masih tersambung, terlilit tumbuhan rambat berdaun-daun hijau, di beberapa tempat dengan bunga warna-warni, juga menara besi bekas tower BTS yang menjadi tempat sarang burung. Menjadi monumen, dan bukan sesuatu yang penting untuk diingat. “Saya mohon maaf atas kedatangan kami.” “Kami maafkan. Tapi, tolong jangan ganggu kami.” “Kami hanya mau minta tolong, tuan.” “Kami juga mau minta tolong. Tolong janggu ganggu kami,”   diam sejenak sambil bergerak berdiri, “Maaf, saya ada keperluan lain.” Mbah Gagak membiarkan tamunya di sebuah rumah besar tanpa dinding. Sudah ratusan tamu mendatanginya, memohon dan jawabannya selalu sama meski dengan berbagai rayuan. Dengan baju kotak-kotak agak gelap, calana jean biru bersepatu kets, tamu itu beranjak pergi. Seperti bingung. Bertemu dengan seorang yang sedang memikul buah segar dan sayuran, “Maaf...

DUA BATU BERGESER

Gambar
Bagi sebagian banyak orang, berjalan jauh menempuh pematang tanah liat dan becek, menjadi hal yang tidak menyenangkan dan berusaha untuk meghindari. Karena menjadi kebiasaan dan hal yang harus dijalani setiap hari yang membuat Sani merasa tak punya beban. Ia menikmati semua pengaruh iklim pada sekitar tempat tinggalnya. Saat masih sekolah, Ia sama sekali tak malu dan tak mempermasalahkan sepatunya yang basah dan kotor saat musim hujan karena harus melewati pematang yang memisahkan tambak tempat orang tuanya dan sekitar limapuluhan kepala keluarga yang beternak ikan dan udang sebagai penghasilan utama keluarga. Sepeda yang Ia bawa saat musim kemarau, tak bisa leluasa di bawa karena tanah yang lengket menempel dan bekas roda motor membuat jalur sedalam dua puluh lima centi meter sepanjang pematang. Tak ada kesan menyenangkan jika musim penghujan melewati jalan yang juga pematang itu. Pepohonan di kiri kanan yang bersemi dan menghijau menjadi keindahan penyempurna riak air disapu angin. ...

AIR PUTIH

Gambar
Lebih tepatnya air bening. Entah mengapa kebanyakan orang menyebut air yang berwarna bening menjadi air putih. Warna air putih lebih cocok jika untuk menyebut air yang warnanya putih seperti air susu. Dan, orang akan maksud jika yang disebut sebagai air putih adalah air bening, warna asli air. Mungkin ketika salah kaprah menyebut air putih sama dengan air bening, karena ada anggapan kalau air putih itu air yang masih murni, putih tidak keruh dan tidak ada campuran lain selain unsur air. Sekitar tahun 70an sampai 80an, ketika saya ke hutan atau ke kebun sekitar desa, saya tebiasa minum air yang ada, di sungai, di rembesan mata air, di dinding tebing, atau bikin cekungan di tepi sungai supaya air sedikit tersaring. Tak timbul apa-apa setelah minum air mentah itu. Tak ada khawatir, tak ada takut akan muncul penyakit. Air terasa murah, bukan barang langka yang perlu dijaga dan dilestarikan. Air yang melimpah menjadi tidak berharga karena semua bisa mendapatkannya dengan mudah dan gratis....

ANCAMAN

Gambar
Tak ada orang di dunia ini yang suka jika diancam, diteror, ditakut-takuti. Semua ingin merasa nyaman dengan rasa nyaman itu tak ada yang mengusik kapanpun dan di manapun. Semua ingin menciptakan dan merawatnya setiap saat rasa nyaman yang telah didapatnya. Dan, kenyamanan itu bisa saja ada orang lain yang merasa kurang nyaman jika ada orang nyaman di suatu tempat. Ada yang merasa senang jika menguasainya dan rasa nyaman itu berpindah pada dirinya. Ia akan senang jika berhasil menguasai kenyamanan orang lain. Berawal dari ingin menguasai dan mengambil kenyamanan orang lain, muncullah pertentangan antar pihak yang ingin menguasai dan mempertahankan. Pamer kekuatan pun muncul. Segala cara untuk menang dilakukan oleh masing-masing pihak. Semua merasa paling berhak untuk menggapai keinginannya. Kenyamanan menjadi terusik dan penikmat kenyamanan merasa terancam. Kenyamanan yang seharusnya menjadi tempat menikmati hidup berubah menjadi “peperangan” merebut nyaman, saling mengancam, salin...

DIJUAL TANAH

Gambar
Setahu saya, sampai saat ini tidak ada manusia yang bisa menciptakan tanah tempat kita berpijak, mendirikan rumah dan beranak pinak. Tanah terbentuk secara geologis selama jutaan tahun. Tidak ada manusia yang bisa merekayasa menciptakan tanah baru, yang ada hanya memodifikasi tanah yang sudah ada menjadi lebih subur atau lebih tepat untuk kepentingan kegiatan manusia. Pada jaman kerajaan kuno, tanah dianggap sebagai anugerah dari Tuhan yang harus dihormati dan dikelola bersama untuk kemakmuran bersama. Hukum adat menjadi dasar pengaturan pemanfaatan tanah dengan prinsip kearifan lokal yang berlaku di situ. Kemudian lambat laun bergeser menjadi kepemilikan individu. Dari kepemilikan yang tadinya kolektif berubah menjadi kepemilikan individu, melahirkan konflik sosial. Semua merasa punya hak untuk memiliki sesuai dengan keinginan, lokasi dan posisinya. Maka, timbullah syarat-syarat kepemilikan tanah yang diakui secara bersama dan dianggap sah dan harus diakui oleh penguasa yang berkuas...

KEYAKINAN ITU MENAKUTKAN, MEMBANGUN DAN MERUSAK.

Gambar
Merasa yakin tentang sebuah kebenaran, akan menutup kebenaran dari sumber lain. Semakin tebal rasa keyakinan itu, semakin menutup keyakinan lain yang ada di sekitar atau di dunia lain, yang tidak seperti keyakinannya akan dianggap salah. Dalam sebuah kelompok yang berkeyakinan sama, mereka akan saling bahu membahu melestarikannya, membangun secara fisik dan mental agar kelompoknya semakin kuat dan besar. Melupakan perbedaan kecil jika masih dalam satu lorong besar keyakinannya. Menjadi permasalah jika keyakinannya berbeda dan menganggap yang ‘salah’ adalah bukan teman dan dikelompokkan seperti musuh, bahkan dianggap pahlawan jika ada yang bisa mengalahkan atau menyingkirkan orang-orang yang tidak se-keyakinan. Mempertahankan keyakinan bahwa ia dan kelompoknya lebih baik dari yang lain kadang dibuktikan dengan kekuatan fisik, kekerasaan, pemaksaan kehendak kelompok lain untuk mengakuinya. Keyakinan merasa lebih baik dari kelompok lain bisa berupa; agama, ras, golongan, partai politi...

INDONESIA vs JEPANG 0 : 4

Gambar
Mengharap Indonesia menang dari Jepang dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia zona Asia group C, sepertinya sebuah mimpi yang harus mengesampingkan kemampuan pemain-pemain Jepang yang sudah tujuh kali ikut masuk dalam ajang Piala Dunia. Piala Dunia bidang sepak bola. Kita seperti sudah yakin arahnya, jika menyebut piala dunia pasti tentang olah raga sepak bola. Berbondong-bondonglah para pendukung Timnas. Mereka berharap, semangatnya para penonton bisa menular kepada para pemain yang berlaga di lapangan. Teriak-teriakan mereka bisa merasuk dalam jiwa para pemain sehingga muncul kekuatan baru yang bisa menghancurkan kekuatan Jepang. Berharap bisa menjadi pemain ke dua belas yang lebih dari dua puluh dua pemain yang sedang bermain.  Bola memang bundar, dan bola itu bundar yang sering menjadi sebutan bisa saja terjadi hal-hal yang di luar dugaan. Di luar perhitungan statistik dan catatan kemampuan para pemain. Banyak faktor yang untuk memperoleh kemenangan dari sebuah pertanding...