Rabu, 18 Januari 2017

lampu merah

“Lha wong nrobos lampu merah kok begitu santai dan ngrasa bangga. Apa itu perilaku orang Indonesia.”
“Bukan. Nyatanya masih banyak yang nunggu lampu hijau nyala. Hanya satu dua, tiga, empat yang nrobos. Nggak lebih dari sepuluh persen.”
“Kamu memakluminya.”
“Nggak.”
“Cara mencegahnya?”
“Tangkap dan didenda.”
“Nanti yang nangkap di tuduh pungli?”
“Kalau nggak nglakukan pungli, kenapa takut? Atau, di setiap lampu merah di kasih cctv yang terkoneksi pada petugas di depannya yang tersembunyi. Bikin jera dengan denda yang tinggi.”
“Nanti di demo!”
“Yang ndemo brarti para pendukung indisipliner. Disiplin memang harus diawali dengan ketat tanpa permakluman. Harus diawali. Meski dibenci.”
“Apa kita sudah siap?”
“Harus dipaksa memulai. Harus ada yang berani mengawali.”
“Harus?”
“Harus!”
“Siapa yang harusnya mengawali?”
“Kita. Dari kita. Dari diri kita sendiri.”
“Mulai kapan?”
“Sekarang!”
“Siap?”

“Siap!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar