Selasa, 07 Maret 2017

pelintir

Pernah / sering dengar atau baca berita yang sengaja di pelintir?? Di era sekarang, di Indonesia yang memberi ruang kebebasan untuk berpendapat sangat luas, pasti pernah. Mengucapkan kalimat atau menulis kalimat dengan disengaja agar arah penafsiran seperti yang yang di kehendaki si komunikan, sebagai salah satu jalan untuk mendiskreditkan pihak yang diserang, menjadi hal yang sering terjumpai. Terlebih saat ruang politik sedang riuh rendah berebut kursi, berebut simpati, berebut suara agar tujuannya mengendendalikan kekuasaan pada masing level kepala daerah, tercapai.

Berita yang sengaja disusun dengan kata-kata yang membuat yang mendengar atau melihat menjadi berkurang rasa simpatinya terhadap korban dari berita yang dipelintir, disajikan dengan nada suara yang datar, biasa-biasa saja dan dengan  ekspresi tanpa menyerang (dalam berita di tivi), disampaikan seperti hal nyata dengan dibumbui kalimat terbuka yang bermakna ganda dan bercabang. Dalam kalimat itu juga dipilih dengan kata-kata, yang jika diserang balik oleh si korban berita, dengan persiapan arguen yang jika dilayani akan menjadi debat kusir dengan arah yang tak tentu dan tak bermutu.

Lebih naik levelnya dari berita pelintiran adalah hoax. Dalam hoax, cerita yang sama sekali tidak ada pun, disusun dan dikait-kaitkan dengan peristiwa seseorang yang jadi sasaran korban untuk menjatuhkan. Dengan berita yang runtut dan disusun dengan rasa komunikatif yang tinggi, menjadikan berita yang sama sekali tak benar, bisa meresap ke pikiran pembaca / pendengar dan meyakini kalau berita itu benar. Berita semacam ini di buat demi sebuah kepentingan. Kepentingan satu kubu untuk menjatuhkan kubu lain. Meski membuat hoax itu tidak baik, karena sebuah kepentinganlah mereka membuatnya.

Media massa menjadi arean yang sangat luas untuk menebar berita pelintiran, hoax, propaganda, issu dan nada-nada provokatif. Pembaca dan pendengar harus cerdas dan mau menyeleksi semua berita yang masuk. Atau jika tak mau terpengaruh berita pelintiran dan hoax, pilih sumber berita yang kredibiltas dan netralitasnya terjamin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar