Rabu, 18 Oktober 2017

MENANGKAP IDE

Bagi seorang yang punya hoby menulis, menyelesaikan sebuah tulisan yang berawal dari ide unik yang tak sengaja nangsang di kepala adalah sebuah pelepasan kenikmatan yang mengasyikan. Seperti juga mungkin bagi seorang yang punya hoby mancing, mendapatkan ikan sampai tertangkap penuh menjadi sebuah kenikmatan tersendiri tanpa perlu merasa empati pada ikan yang mulutnya tertusuk pancing. Ikan bukan tujuan utama memancing, demikian juga dalam menulis, uang atau laku atau tidak laku sebuah tulisan bukan tujuan akhir untuk mendapatkan keasyikan. Proses menuangkan ide dalam bentuk tulisan atau gambar, setiap urutan berproses merupakan anak tangga yang setiap centinya harus ternikmati tanpa sedikit pun terlewat. Bukan sebuah kesusahpayahan. Sebuah penikmatan dalam melakukan.

Sebuah proses dengan hasil yang baik, pasti akan lebih menyempurnakan keindahan berproses. Berhenti ditengah jalan dengan tidak tahu alasan terhenti, menjadi sesuatu yang mengganjal di seluruh indera. Ketika gagal menuangkan ide secara keseluruhan atau sebagian ada yang ‘tersangkut’ tak tertuangkan karena tak ada kalimat atau gambaran yang bisa sepenuhnya mewakili ide, bisa jadi itu menjadi penghambat untuk melanjutkan menuangkan ide, atau malah bisa jadi menjadi awal ide lain yang berkembang bercabang-cabang.

Ide seringkali mucul tiba-tiba di benak, di tempat dan ruang yang tak terduga. Indera kita menjadi pintu sekaligus penerima ide. Alam, ruang dan waktu menjadi perangsang lahirnya sebuah ide yang dibidani oleh pemikiran yang kreatif dan inovatif. Sebuah rangsangan ide bisa menjadi berbeda-beda pada setiap individu. Bagi individu yang kreatif, ide bisa lahir dibanyak tempat tanpa perlu rangsangan yang kuat untuk lahirkan sebuah ide.

Sebuah ide yang muncul tiba-tiba, bisa saja kemudian lenyap jika tanpa kita catat. Ini bisa terjadi karena otak kita tak sempurna menyimpan. Jika tidak ingin ide yang lahir di sembarang tempat dan sembarang waktu lenyap tanpa di tindaklanjuti, catatlah pada apa saja yang bisa untuk mencatat. Jika dalam perjalanan, berhentilah dan catat. Kondisikan dan persiapkan setiap saat seluruh indera untuk menampung begitu banyak ide yang bergelantungan di sembarang tempat.

Dan, sempatkanlah waktu untuk menuliskan ide dan menikmatinya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar