Sabtu, 21 Oktober 2017

POSE CALON KADA

Berpose untuk dipampang di pinggir jalan dan di banyak tempat, pasti dibuat sebagus mungkin demi untuk menciptakan daya tarik bagi siapa saja yang melihat. Pose gambar yang dipilih dari sekian banyak foto, tentu dengan berbagai macam pertimbangan. Pada sebuah iklan produk, pose personal ( model iklan ) yang menawarkan produk sekedar sebagai ‘jalan masuk’ bagi produk yang ditawarkan. Pada iklan calon kepala daerah ( Kada ), photo yang terpampang itulah yang harus membuat si pelihat tertarik dan mendukung.

Ada yang bergaya santai dengan senyum. Ini mungkin sedang menyampaikan pesan, saya orangnya ramah, welcome, dekat dengan siapa saja dan siap menjadi pemimpin yang memperhatikan rakyatnya.

Ada yang pasang muka serius, berpeci, bersorot mata tajam mentap sedikit tinggi tanpa dipoles senyum. Tak ada background yang warna warni. Sebuah keseriusan dan ketegasan terkesan pada posenya.

Ada yang berpose dengan memakai jas hitam, berdasi, memakai peci dengan tanpa senyum, bersorot mata datar. Kesan yang terbaca, saya juga mencalonkan diri jadi kepala daerah lho...

Ada yang tersenyum yang cukup lumayan akting senyumnya, dengan mata menatap sedikit tajam agak redup. Dan berkesan, ayo dukung aku, karena aku yang siap dan paling bisa.

Ada yang seperti foto KTP dengan di iringi tulisan program unggulan normatif. Tak bayak kesan yang bisa terbaca, hanya kita bisa menebak kalau orang ini juga ikut memproklamirkan diri sebagai calon kepala daerah.

Ada juga yang berpose memakai peci seolah sedang berbicara di belakang meja di depan banyak orang, memegang mik dan menengok sudut 450 tapi bibirnya tertutup seperti tidak sedang ngomong apa-apa juga seperti tidak sedang memperhatikan apa. Kesan yang ada, saya biasa ngomong di depan banyak orang, tapi ini foto bukan lagi ngomong di depan banyak orang dan saya mencalonkan diri jadi kepala daerah.

Dan semuanya bersimpan makna, jadi kepala daerah itu nikmat, makanya saya pengin mencoba.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar