Rabu, 06 Desember 2017

KENAPA SENJATA

Kita sering mendengar berita tentang uji coba bom nuklir yang katanya kekuatannya berpuluhkali lipat dari bom yang menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki pada perang dunia II yang membuat Jepang menyerah kalah tanpa syarat. Korea Utara negara yang tertutup,  sering kali berbangga memberitakan tentan uji coba senjata nuklirnya. ”Uji bom hidrogen yang diperintahkan oleh pemimpin Kim Jong-un adalah kesuksesan sempurna dan merupakan langkah bermakna dalam menyelesaikan program senjata nuklir negara,” kata pemerintah Korut dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters pada bulan september 2017 yang lalu. Konon, senjata nuklir itu mampu menjangkau seluruh dataran benua Amerika. Tak mau kalah gertak, AS pun berujar, “Senjata nuklir Pentagon akan menyerang Pyongyang jika rezim Kim Jong-un terus mengancam Washington dan sekutu-sekutunya.”

Nampaknya, Kim Jong-un, pemimpin Korea Utara itu mau menunjukan kalau negaranya tak sudi untuk tunduk pada kemauan Amerika yang ingin terus berpengaruh besar dalam segala pola kehidupan di seluruh dunia. Segala ancaman dari Amerika dan sekutu-sekutunya diabaikan begitu saja dan tetap melenggang sesuai dengan program nuklirnya untuk mempersenjatai negaranya. Luluhlantaknya Irak yang diserang Amerika dan sekutu-sekutunya dengan dalih Irak tak mau menghentikan program nukilrnya, tak menjadikan Korea Utara surut dan manut dengan apa yang di’titah’kan Amerika. Dengan gagah, Kim Jong-un malah terus beruji coba nuklir seperti hendak menantang dan ngiwi-ngiwi.

Kekuasan dan pengaruh sebuah negara pada hubungan internasional dilandasi kekuatan sebuah negara menjaga diri dengan berbagai senjata untuk menghancurkan musuh-musuhnya atau yang dianggap musuh dan membahayakan keberadaannya. Dengan senjata penghancur yang hebat dan tak terkalahkan, menjadikan sebuah negara tak takut pada negara manapun dan siap melibas jika ada yang tidak mau tunduk pada kemauannya. Siapa obyek utama yang dihancurkan? Manusia. Manusia sebagai obyek utama yang dihancurkan dari proyek berbiaya triliyunan untuk membuat senjata.

Pada tataran primitif, awalnya senjata itu sebagai alat untuk melindungi diri dan kelompoknya dari kemungkinan diserang hewan buas. Dengan bertambahnya populasi manusia dan semakin melebarnya daerah kekuasaan setiap kelompok, menjadikan setiap kelompok berusaha menjaga eksistensinya dan menjaga agar tidak menjadi jajahan daru kelompok lain. Kelompok-kelompok ini berkembang menjadi sebuah kerajaan dengan segala tata aturan dan kepercayaan yang diyakini dan ditaati bersama dalam batas-batas wilayah tertentu. Dan untuk menjaga kelanggengan kelompoknya, dibentuklah pasukan yang siap menjaga dari serangan kelompok lain yang ingin menguasainya. Dan senjata menjadi alat bantu utama untuk menjaga diri dan kelompoknya.

Kemudian, menjaga diri terasa tak cukup. Keinginan untuk menguasai orang lain atau kelompok lain menjadikan manusia berusaha untuk menciptakan alat / senjata, agar orang atau kelompok lain merasa tidak berani untuk menyerang. Fungsi senjata tak lagi hanya untuk bersiap mempertahankan diri jika ada pihak lain mengganggu atau menyerang, senjata juga dibuat untuk membuat takut pihak lain dan juga agar tunduk dan mau pada apa yang diinginkannya. Itulah makanya sebuah kelompok, negara atau persekutuan berlomba-lomba membuat senjata yang mampu menghancurkan pihak diluarnya.

Senjata itu benda mati. Untuk mengoperasikan perlu makhluk hidup ( tentunya ini manusia ) dan operator itu perlu keahlian khusus dan terlatih. Membuat senjata itu perlu biaya, pembuat senjata perlu dibiayai, operator senjata perlu biaya. Semua yang berkaitan dengan kekuasaan, kekuatan dan pengaruh, untuk mencipta dan mempertahankannya perlu biaya. Jika dihitung seluruh biaya dari kegiatan awal pembuatan senjata ( penelitian dsb ) sampai uji coba untuk mengetahui keberhasilannya, maka akan muncul sebuah biaya yang sangat besar. Belum lagi biaya para operator senjata dan pasukan tentara dengan segala perlengkapan pendukungnya.

Kenapa semua negara, semua orang, tidak bersatu sepakat untuk tidak saling merebut kekuasaan, bersepakat untuk saling menghargai, bersepakat untuk tidak menyakiti, bersepakat untuk saling kasih mengkasihi, bersepakat untuk hidup damai berdampingan, bersepakat untuk tidak ada perang, bersepakat untuk tidak merasa lebih unggul dari yang lain. Kenapa ego-ego itu terus menerus muncul dan seperti dipupuk dan dipelihara di setiap individu dan kelompok. Kenapa biaya-biaya itu tidak untuk menyejahterakan umat manusia saja? Kenapa ego-ego untuk berkuasa itu tak pernah hilang?
Karena berkuasa itu menyenangkan dan nikmat.

Kenapa tak ada yang mau dengar syair lagu Pesawat Tempur-nya Iwan Fals

................
...............
Oh.. ya andaikata dunia tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh...ya andaikata tak punya tentara
Tentu tak ada perang yang makan banyak biaya
Oh... ya andaikata dana perang buat diriku
Tentu kau mau singgah bukan cuma tersenyum
Kalau hanya senyum yang engkau berikan
Westerling pun tersenyum

................

................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar