Rabu, 04 April 2018

VIRAL TAK TERDUGA


djayim.com
Teknologi komunikasi telah memberikan kita ruang yang begitu luas dan tersambung pada setiap sudut dalam satu jejaring yang sambung menyambung. Sebuah berita, bisa sangat cepat merambat ke semua area yang terjangkau oleh jaringan internet. Ada berita yang datang dan pergi, terlupakan begitu saja. Ada berita yang bertahan dan dibahas beberapa hari. Ada yang bertahan karena tidak ada berita lain yang lebih ‘heboh’.

Penyebaran, perhatian dan jadi bahan pembahasan sebuah berita, kejadian, gambar atau tulisan, dan tingkah laku yang menyedot perhatian tinggi dari pengguna internet itulah yang dinamakan viral. Kalau ada yang menulis atau mengatakan “viralkan...” itu berarti mengajak kepada warganet untuk menyebarkan  sesuatu berita, kejadian, gambar atau tulisan, dan tingkah laku agar apa yang diviralkan diketahui banyak orang.

Budaya Indonesia itu sangat dinamis dan terbuka. Mudah menerima hal-hal baru, meski kadang bertentangan dengan budaya sebelumnya. Banyak-sekali hal-hal sederhana yang tak diduga tak dinyana menjadi viral dan ditiru oleh banyak orang. Istilah-istilah baru bermunculan silih berganti, mengasyikan dan menggelitik. Ungkapan ‘jaman now’ menjadi kalimat yang sering dipakai di semua kalangan. Tak tahu siapa yang memulainya, hanya dengan mengganti kata ‘sekarang’ menjadi now  (bahasa inggris), menjadi ungkapan yang asyik-asyik saja diucapkan di sembarang tempat. Eta terangkanlah, sebuah ungkapan yang diucapkan sambil seperti bernyanyi, sempat juga viral meski tak bertahan lama. Oom tolelot oom, sempat viral dan booming. Kalau diruntut ke belakang banyak sekali yang kata atau kalimat yang viral di kalangan tertentu dan merambah ke semua kalangan. Banyak, untuk lebih yakin googling saja.

Tidak harus rumit, akademis, ilmiah dan serius sesuatu bisa menjadi viral. Sesuatu yang enteng dan menghibur atau ada kesan kocak dan lucu, gampang menjadi viral. Kemunculannnya juga sering mengejutkan dan tak terduga dari budaya keseharian di semua lapisan. Viral yang enteng-enteng saja inilah yang punya sifat menghibur.

Sebuah ‘viral’ akan menjadikan suasana panas jika yang viral menyangkut politik dan SARA. Kurang pengendalian diri seseorang atau kelompok yang merasa diserang, bisa melahirkan permusuhan. Banyak pihak yang memanfaatkan pada suasana ini dengan tujuan yang berbeda-beda.
Viral sebuah misteri. Tak diketahui apa dan kapan sesuatu menjadi viral, dan dimulai dari mana sesuatu yang viral itu. Bisa saja sebuah ungkapan sederhana keseharian kita, tiba-tiba menjadi viral dan kita terkejaut dengan keviralannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar