Kamis, 31 Januari 2019

KEBENARAN BISA JADI HOAX


Hoax itu berita bohong. Kebenaran tentang hoax itu benar-benar sebuah hoax, jika berita itu nyata-nyata tidak benar atau hanya sebuah rekayasa berita. Jika sebuah berita yang sebenarnya kejadian itu ada, tapi sudah agak menyimpang kronologisnya karena penyampaian mulut ke mulut yang tidak sempurna karena faktor si penyampai yang mempunyai kecenderungan berpendapat dalam penyampaian, bisa saja di sebut hoax, karena ada faktor rekayasa (sengaja atau tidak sengaja), meskipun pada dasarnya kejadian itu ada yang membuat menjadi sebuah berita. Bisa saja sebuah hoax itu, hoax mutlak, setengah hoax, mirip hoax, seperempat hoax, mirip hoax dsb.

Hoax bisa saja disebarkan dengan sengaja untuk mempengaruhi opini publik. Hoax juga bisa tersebar karena dikaitkan dengan kejadian lain yang sedang menjadi pusat perhatian. Penyampaian yang sistematis dan seperti ada keterkaitan dengan kejadian lain dengan segala argumen dan alibi, memungkinkan sebuah hoax diyakini kebenarnannya oleh si penerima hoax.

Tak ada kebohongan yang sempurna. Selalu saja ada titik lemah sebuah berita yang menyebabkan terkuaknya sebuah hoax. Kita bisa mengetahui sebuah berita itu hoax atau bukan jika mau menelusurinya sampai ke titik awal pembuat berita. Dan, apakah kita sedemikian pedulinya mau menelusurinya jika itu tak berpengaruh terhadap kita secara individu?

Dalam perebutan kekuasan di ranah politik, hoax menjadi salah satu cara untuk menyerang lawan. Tak ada orang yang suka dengan hoax. Dengan tidak adanya orang yang suka hoax, meyebut pihak lawan adalah penyebar hoax, diharapkan orang yang tidak suka hoax akan memilih ikut kelompoknya. Ketika ada sedikit ketidaksesuaian berita, pihak lawan akan langsung menyebutnya hoax dengan segala macam argumen untuk mendukung pendapatnya. Jika berhasil mempengaruhi publik, maka jika ada berita yang melemahkan kelompoknya, kemudian menyebutnya hoax menjadikan publik bisa serta merta mengiyakan tanpa mesti pusing-pusing menelusuri. Dan, saling menuduh pihak seberang sebagai penyebar hoax dengan berbagai cara terus dilakukan entah sampai kapan. Bahkan sampai selesainya sebuah perebutan kekuasaan yang sudah ditentukan pemenangnya, sampai si pemenang sah berkuasa. Sampai orang tak percaya lagi bahwa sebuah hoax adalah benar-benar hoax.

21.51.30.01.2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar