Jumat, 24 Januari 2020

berhalusinasi


Halusinasi berbeda dengan khayalan. Atau sebagian orang menyamakan antara halusinasi dengan khayalan, dan menurut saya itu berbeda. Halusinasi itu sebuah bangunan rekaan peristiwa pada ruang dan waktu yang disediakan oleh pelaku dengan sesukanya. Sedangkan khayalan adalah membangun dan menciptakan sendiri harapan-harapan yang dirasa tak mungkin dicapai, belum tercapai atau bahkan sama sekali jauh jangkaunnya dari hal sebenarnya. Halusinasi dan khayalan dibangun dalam alam pikirannya untuk memenuhi hasrat, menghibur diri, melepaskan tekanan batin karena keinginan tak tercapai dan keinginan untuk menciptakan suasana yang bangunan dan tatanan yang ada didalamnya sesuai dengan keinginannya.
Jika halusinasi yang muncul bisa dikendalikan, disampaikan dengan lisan atau tulisan yang menarik, bisa menjadi cerita atau novel yang mengasyikan. Akan timbul masalah jika halusinasi itu di kaitkan dengan sejarah, adat budaya yang tidak sesuai dengan yang telah dipercayai banyak orang, dan halusinasi itu di sampaikan ke publik. Halusinasi sekontroversial apapun, jika dikonsumsi sendiri tak akan enjadi masalah di masyarakat. Seseorang yang merasa jadi raja diraja dari sebuah kerajaan yang dibangun diwilayah istana halusinasinya, tak akan dipersoalkan jika tak ada yang merasa dirugikan.  
Halusinasi dan khayalan bisa dikolaburasikan untuk menghibur diri karena lelah harapan-harapannya datang tak sesuai harapan. Ini akan menjadi pintu solusi lain dari harapan yang tak sampai dan tak kunjung datang. Jika berhalusinasi dan berkhayal bisa menghibur diri dengan hanya meluangkan waktu, kenapa tidak dimanfaatkan? 24012020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar