Postingan

PROPERTI FILM INDIA

Gambar
Seorang tokoh di film India (film klasik kolosal) bisa memakai pakaian bertumpuk-tumpuk dan begitu banyak aksesoris yang menempel di tubuh atau menempel di kain. Di kepala ada aksesoris, di telinga ada, di hidung, di lengan, di jari, di kaki. Hampir tak ada tempat tanpa aksesoris. Warna-warna yang mencolok dan berani dipakai untuk menghiasi tubuh, untuk menghiasi secara keseluruhan film yang di buat. Belum lagi gedung yang besar dan megah full ornamen, hiasan-hiasan, ukiran-ukiran, gorden yang panjang, ruang yang lebar dan tinggi, kursi yang besar, lampu yang warna-warni dan karpet yang menutupi seluruh lantai. Sangat megah dan berkesan sangat mahal segala yang ada dalam ruangan. Hanya untuk menampilkan sebuah perdebatan yang menyuguhkan kelicikan beberapa tokoh dengan bibir-bibir tersenyum nyinyir dan tatapan mata licik, tata ruang dan pakaian yang dikenakan para tokoh, begitu ramai dan meriah. Kesan serba mahal dan wah sangat ditonjolkan. Paduan warna emas, merah dan kekunin...

ALAM MENEPUK KITA

Gambar
djayim.com Alam serasa tidak bersahabat dan memposisikan kita harus waspada setiap saat. Saat musim penghujan, arus air yang melewati sungai-sungai, keruh, penuh sampah dan mengangkut lumpur dari bukit-bukit yang menggigil karena kulitnya terus mengelupas. Air yang lembut, bening, menyegarkan dan membawa kedamaian saat keluar dari mata air yang bersih, berubah menjadi sangat menakutkan ketika turun dari langit berjuta-juta kubik, bergerak cepat melibas semua yang dilewati. Tak pilih-pilih, batu, cadas, rumah, jalan, bukit, semua yang ada didepannya dibentur tak peduli apakah akan rusak atau tak apa-apa.   Air dari langit itu seperti ingin segera cepat sampai ke laut. Seperti enggan berlama-lama bertahan di bukit-bukit, enggan berlama-lama di lembah-lembah, enggan berlama-lama pada tanah yang sudah semakin rapuh dan kotor. Manusia itu sebenarnya tahu, setiap hari bumi dan langit diracuni siang dan malam. Manusia itu sebenarnya tahu bahwa mengkhianati bumi yang telah be...

SUARA KEBENCIAN

Gambar
djayim.com Suara berupa ujaran kebencian atau ( agar nampak keren ) Hate Speech menjadi sesuatu yang dibatasi dengan terbitnya Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE). Pemerintah bersama DPR RI, sepakat bahwa: Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik dan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), akan terkena sanksi hukuman. Ujaran kebencian atau Hate speech  adalah perkataan, perilaku, tulisan, ataupun pertunjukan yang dilarang karena dapat memicu terjadinya tindakan kekerasan, permusuhan, ketidaknyamanan, anarki dan sikap prasangka yang timbul karena lahirnya hate speech tersebut. Ada pepatah mengatakan, lidah lebih tajam dari pedang. Da...

MENYALAHKAN

Gambar
djayim.com Menyalahkan itu gampang dan mudah. Apalagi jika menyalahkannya tidak perlu argumen untuk perdebatan lebih jauh. Timbul rasa ingin menyalahkan pendapat orang lain, karena tidak sesuai dengan apa yang diyakininya. Sebuah keyakinan didasari oleh argumen dan alasan. Argumen dan alasan itu bisa sampai jauh berakar-akar ke bawah dengan segala alat pendukungnya yang semuanya diyakini benar dan berkaitan. Benar yang diyakini, karena argumen atau alasan lain tidak dianggap benar dan tidak sesuai. Benarnya sebuah keyakinan, belum tentu dibenarkan oleh individu lain atau kelompok lain. Benar sebuah keyakinan berbeda sekali dengan benar yang telah ditetapkan dalam aturan-aturan tertentu yang telah disepakati bersama atau aturan yang harus, mau tidak mau, ditaati. Juga sangat berbeda dengan benar secara matematis. Dua kali dua itu empat, jika tidak empat salah, titik. Dan benar macam ini tidak dibantah. Atau bisa saja ini disebut betul. Bahkan kebenaran sebuah rasa atau yang be...

JIKA VIDEO ILC DIDENGAR PERPOTONGAN

Gambar
djayim.com Indonesia Lawyer Club ( ILC ) masih menjadi tontonan favorit bagi saya di tengah masih bertahannya sinetron yang begitu-begitu saja dan acara-acara yang sengaja memperpanjang waktu dengan cara mengaduk-aduk empati dan simpati yang meluruhkan hati dan melelehkan air mata. Host, Karni Ilyas, yang seperti sangat hati-hati dalam menyampaikan kata-kata dan mengawal arah pembicaraan agar tetap dalam koridor bahasan, sangat mumpuni dalam mengolah suasana dan menaik-turunkan emosi para penonton dan para peserta diskusi, meski kadang membuat tak sabar mendengarnya karena ucapannya yang agak terbata-bata.  Kehadiran Prof. Mahfud MD, menjadi daya tarik tersendiri bagi saya  dan saya selalu menunggu pendapatnya yang cerdas dan mengejutkan Mahfud MD di Indonesia Lawyer Club (ILC) Pilihan tema dan narasumber menjadi kunci kesuksesan acara. Sepanjang yang saya lihat, hampir semua narasumber menarik untuk diikuti pembicaraannya, meski kadang ada juga narasuber yang k...

IBU MENUNGGU DI STASIUN

Gambar
sebuah Cerpen. djayim.com Setiap kali musik kaleng yang di pukul tak beraturan berbunyi, perempuan itu selalu berharap anak satu-satunya pulang dengan kereta yang datang. Jika siang hari selalu ia menyempatkan untuk datang ke stasiun untuk memperhatikan setiap penumpang yang turun dari kereta dengan harapan anaknya ada di antara mereka. Dan bila malam hari dan telah larut malam, ia akan bangun dari tidur, menunggu kira-kira anaknya sampai ke rumah seperti biasa kalau pulang. Jika hari masih petang ia pasti datang ke stasiun sampai udara terasa amat dingin menyiksa. Musik kaleng itu berasal dari para pedagang asongan yang memukul kaleng-kaleng bekas menjelang kereta datang. Mereka sangat hafal jam-jam kereta tiba. Entah untuk maksud apa mereka memukul-mukul kaleng bekas. Kapan pertama hal itu di lakukan pun tak ada yang tahu. Mungkin musik kaleng itu untuk membangunkan para pedagang asongan yang tertidur. Jika iya, bukankah saingan antar pedagang jadi bertambah. Atau, mungkin...

PERJALANAN ITU SELALU

karena perjalanan itu selalu ada tak berhenti menjaga saja agar tenaga memberi nafas pada hati,  melaju melewati sesuatu tanpa bekas tapak atau banyak bekas  memberi arah dan pertanda dan huruf-huruf yang bisa terlihat  bisa sama sekali tak nampak,  mata hati bisa melihat?. tepian itu hanya pengingat, semua bisa membiarkan, semua bisa mengabaikan arah itu bagi yang mau, bagi yang mengerti, bagi yang tak terbebani bisa juga membaca arah burung terbang,  atau arah awan berarak pergi menepi langit. ketika senyum dan tawa kanan kiri mencanda,  menawari untuk sejenak berhenti, mengikat demi sedikit sampai berhenti, terlena. ”pakaian dan makananmu tak pantas dan tak cukup, berhentilah sejenak, ini di sini nikmati bersama kami. kami bisa bernyanyi, bisa menari.” mendayu, merayu, menyanyi lagu riang, ringan, berjejer sepanjang tepian. berwarna-warni merayu rasa. “kau akan sampai juga. tak perlulah tergesa. senja pasti datang tak perlu diburu...