Postingan

POSTING PENGINGAT DIRI

  “Pernah baca postingan di medsos ber label pengingat diri?” “Sering.” “Bagaimana?” “Agak heran juga. Judulnya pengingat diri, kenapa orang lain dikasih tau.” “Apanya yang heran?” “Menurut saya, pengingat diri itu nggak perlu di share ke grup atau medsos. Itu menurut saya. Lha wong pengingat diri kenapa merasa perlu orang lain perlu tahu. Kadang tampak sok tahu, sok bijak juga; ‘jangan begini, jangan begitu, mari begini mari begitu, mari ikhlas nggak usah ria, mari saling menjaga hati, dsb. Kalau memang pengingat diri beneran, simpan saja di HPnya sendiri, atau di tulis di tembok atau tulis di kertas, ditempelkan di tembok.” “Dan, itu masalah buat kamu?” “Nggak juga si… Cuma, rasanya ada orang tertentu yang lagi diserang dan bersembunyi pada dinding ‘pengingat diri’. Menurut saya seperti munafik gitu. Kalau mau nyerang atau nyrempet, ngomong aja langsung, DM, japri gitu lho… Kalau posting pengingat diri kan bisa banyak orang yang merasa tersinggung, orang-orang yang...

MAFIA

  Mendengar atau membaca kata mafia, kita disodorkan pada sebuah suasana tentang kejahatan yang saling keterkaitan satu sama lain, saling mendukung dan menyimpan kerahasiaan. Menurut KBBI, mafia berarti perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan ( kriminal ). Sebuah arti yang bisa dikembangkan luas dan subyektif. Atau, bisa saja diartikan segala sesuatu persekongkolan lebih dari dua orang untuk tujuan tertentu dengan saling menutupi segala kejadian yang melanggar segala tata aturan yang disengaja dan direncanakan. Semua yang terlibat dalam permafiaan, menyadari resiko yang mungkin timbul jika alur kejadian tidak sesuai dengan yang direncanakan. Meski mereka sadar tentang resiko yang bisa muncul tak terduga, yang terlibat didalamnya seperti masuk jebakan yang kita tidak bisa melepasnya. Kemungkinan resiko yang muncul sebanding lurus dengan pelanggaran yang dilakukan. Semakin besar kasus dalam permafiaan, menjadi semakin besar resiko yang kemungkinan muncul dengan jangka w...

TERTAWA.

Pernah melihat orang tertawa sampai terpingkal-pingkal sampai berguling-guling? Pernah melihat atau mendengar orang tertawa padahal menurut kita sebagai hal yang biasa dan tidak lucu? Tertawa Sinis? Tertawa menertawai? Tertawa itu lahir karena sesuatu yang di dengar atau di lihat tak terduga dari apa yang dipikirkan. Ada daya kejut tersebab apa yang didengar atau dilihat tidak seperti kebanyakan yang terjadi sehingga memunculkan kegelian dalam pikiran, maka lahirlah tawa sebagai ekspresi tubuh. Itu tertawa yang lahir karena sebuah kelucuan yang disengaja dan direncanakan ataupun kelucuan yang tiba-tiba hadir tak terduga. Keberbedaan sangka menjadikan terkejut pikir yang menjadikan tertawa. Bagi sebagian orang, sebuah kelucuan bisa dianggap tidak lucu, sebagian yang lain bisa menganggap sangat lucu. Latar belakang budaya, wawasan, perspektif ilmu, daya tangkap pikir, berpengaruh terhadap sebuah kelucuan yang hadir. Dalam pertunjukan lawak atau stand up komedi, sebuah kelucuan dibang...

MENJELANG MENYAMBUT MAGHRIB

soleh djayim. Air sungai yang mengalir hampir selalu keruh, tak begitu deras, tak juga tenang, tapi sering mengalir deras seperti banjir bandang pada saat waktu yang tak terduga, meskipun ketika tak musim penghujan. Tak tahu kenapa dan tak juga banyak orang   ingin tahu. Di bawah jembatan, agak di samping, seorang kakek hampir setiap hari di situ memancing. Di bawah pohon Kersen yang kulit batangnya sudah tampak tua dan banyak luka, Ia menggantungkan peralatan dan bekal memancing. Selalu tak lupa membawa buku. Sekira dua puluh kilo meter, aliran air akan sampai pada muara untuk berbaur dengan lautan luas dengan ombak yang selalu bergulung-gulung setiap waktu. Berbagai jenis, bentuk dan macam joran tertata di tas khusus yang boleh dikata setiap hari berganti-ganti. Berganti tas, berganti joran, berganti gulungan senar, berganti warna dan jenis senar, berganti sarung tangan, bergati pancing, berganti umpan, juga topi yang selalu dikenakan. Tak ada habisnya persediaan yang dibawa....

PURNAMA DI AKAR MANGROVE

Saat kaki Purnama masih terendam air sebatas mata kaki diatas pasir yang lembut dan anak-anak penyu berjalan menuju sarang meninggalkan bekas kaki di pasir basah,   Matahari bersiap meninggalkan hari. Warna jingga, kuning kemerahan, coklat gelap, dan kuning tak sepenuhnya kuning, mengantar ke persinggahan malam. Ia masih berdiri, berjalan perlahan seperti menghitung bekas tapak kakinya yang tergambar di pasir lembut kecoklatan. Angin berkesiur, deduanan pohon bakau yang akarnya mengelilingi batang pohon menancap di tanah pantai, berbisik bernyanyi, timbul tenggelam oleh ombak yang tak pernah berhenti.  Tak pernah bersemangat jika Purnama pergi meninggalkan batas laut dan daratan. Ia sering tertidur di pantai, di batu-batu tempat bersandar menghadap batas langit. Seorang kakek tua selalu menunggunya dengan sabar di gubuk kecil di atas pohon Panggang raksasa yang dahan-dahannya bergelantungan akar-akar kekar, diantara rerimbunan pohon bakau. “Kau tak ingin pulang ke kampungm...

KEBETULAN

S ebagian banyak orang meyakini, hidup yang tertempuh itu bukan sebuah kebetulan, semua sudah ditentukan oleh Tuhan hanya saja kita tidak tahu ‘kebetulan’ apa yang menimpa kita. Ini bisa di buktikan bahwa kita sering sekali mengalami hal-hal yang tidak terduga sebelumnya, kejadian yang sangat tidak disangka, kejadian di luar nalar yang membawa kita pada keadaan yang sama sekali tak dimengerti. Juga kejadian yang sangat tidak di sukai saat kejadian dan baru tahu hikmahnya setelah selang waktu di kemudian hari. Selang waktu itu bisa dalam hitungan detik, menit, jam, hari, minggu bulan dan tahun. Semakin selang waktu itu lama, semakin besar juga rasa mangkel dan durasi nggrundel yang panjang. Akan muncul kesadaran ternyata keinginan yang diharapkan tidak tercapai di waktu lalu karena Tuhan punya rencana lain yang lebih baik saat mendapatkan keuntungan pada jalan bukan keinginannya. Contoh sederhana, saat seseorang kecewa tidak lolos ujian masuk kerja dan di kemudian hari ternyata ia me...

TENANG DALAM TAKUT

Perasaan takut dipunyai semua orang normal. Takut itu perasaan ngeri atau gentar terhadap sesuatu yang dianggap mendatangkan bahaya bagi dirinya atau yang berkaitan dengan dirinya. Takut juga bisa karena merasa jijik atau geli terhadap sesuatu. Perasaan takut ini membuat orang menjadi gelisah, berusaha menjauhi, menghindari dan atau timbul rasa ingin melenyapkan obyek penyebab rasa takut itu. Rasa gelisah dalam hati   ini menyebabkan jiwanya tidak tenang dan mempengaruhi fisik raganya mengekspresikan kegelisahan. Rasa takut menyebabkan ketidaktenangan pada jiwa raga. Jika kita mendengar atau membaca sebuah ungkapan ‘tetap tenang nggak perlu takut’ pada sesuatu kondisi yang membuat ketakutan, dapatkah kita melakukannya? Ungkapan itu sejatinya hanya setetes embun untuk menghilangkan dahaga. Sadar setetes embun tidak mungkin menghilangkan dahaga, tetapi tetap saja diterima karena tidak merugikan, terasa sedikit bikin adem dan menolaknya pun hanya buang-buang energi, juga membua...