Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2016

Berhenti menulis puisi.

Bertahun yang lalu saya gagal memahami, puisi Afrizal Malna dan Gunawan Muhamad. Berkali, berulang, mencoba, mencoba, menafsir. Gagal. Tak mengerti yang tersirat, tak memahami yang tersurat. Semua tak juga masuk pada pembahasannya. Menafsir dari berbagai sudut, tak juga masuk dalam pembahasannya. Maka aku memilih berhenti mencoba menulis puisi. Tapi, seorang temanku yang penyair, menyemangati, “tak perlu harus tahu dan memahami semua puisi.” Maka aku berniat mencoba lagi. Sampai sekarang masih berniat.

hoax

Jika berita hoax dan berita nyata tak bisa dibedakan, apa kita harus melepas semua informasi tentang berita. Ada yang ingin di capai pad seseorang yang rajin membuat dan meng-upload berita hoax pada internet. Rumus sederhananya, setiap ada perbuatan pasti ada yang ingin dihasilakan dari apa yang dilakukannya. Bisa karena uang, hobi, keinginan, iseng atau bisa juga karena tekanan. Berita hoax yang disusun dan ditulis dengan rapi, sistematis, dan juga penuh dengan argumen serat tautan kejadian yang sudah ada dan terkenal, menjadikan berita yang hoax membius si pembaca dan bisa mengalahkan berita yang sebenarnya nyata. Jaringan internet yang makin luas dan akses data yang semakin mudah, menjadikan sebuah berita dalam bentuk apapun, tulisan, audio, visual, gambar, kartun dan alat komunikasi apa saja bisa menyebar dalam hitungan detik. Kabar buruk bisa berlipat kali penyebarannya dibanding berita baik. Tak heran jika para penulis berita memberi judul yang dramatis, mengguga...

MEMBACA TWITTER PENDUKUNG

Kesan yang timbul ketika membaca twit dari beberapa orang pendukung calon Gubernur DKI adalah, calon yang ia dukunglah yang paling sempurna untuk menjadi Gubernur DKI di tahun 2017 nanti. Segala antisipasi dan kemungkinan direka-reka agar pada 15 Februari 2017 nanti, para pemilih berkeputusan untuk memilih calon yang didukungnya. Maka, dalam menulis statement pendek di twitter yang hanya menyediakan 140 karakter pun, perlu ekstra hati-hati agar tak dijadikan senjata oleh lawan tandingnya untuk menjatuhkan jagoannya. Internet dan media sosial telah menjadi alat yang efektif sekali untuk menyebarkan segala berita. Para timses tentu akan meperhitungkan setiap huruf yang akan di upload ke media. Semua bisa menjadi senjata yang menguntungkan dan bisa berbalik menjadi senjata untuk lawan yang siap menikamnya. Saya sempat membaca twit seorang ( Politisi PDIP ) pendukung cagub Ahok-Jarot dengan timse dari AHY-Sylvi yang saling berdebat. @budimansujatmiko vs @ranabaja. Dua-duanya merasa be...

Aspirasi di jalan

karena capek menghindari lubang di sekujur jalan aku berhenti dan berteriak tepat di perempatan jalan saat pagi menjelang siang; “pak bupati, pak gubernur, pak presiden. jika anda ingin dipilih lagi bikin jalan yang bagus, yang bagus. karena jalan alat kampanye paling terlihat..” para sopir dan pengendara lain bertepuk tangan “semoga bukan tepuk sebelah tangan.” aku berdoa. mereka tak tahu. tak mengerti. bergegaslah semua, juga aku, memburu waktu agar tak terlalu panjang terlambatnya

INI TENTANG SEANDAINYA DAN MUNGKIN ( AHOK )

Seandainya dan mungkin itu dua buah kata yang mudah untuk di kembangkan ke berbagai arah. Berbagai bahasan bisa saja mengarah ke sesuatu yang sebelumnya tidak terduga. Melenceng dari awal bahasan. Bisa saja mengarah pada sesuatu hal yang lebih mengasyikan, lebih menakjubkan, inspiratif atau bisa saja malah mengarah pada hal yang menjemukan dan tidak berkembang menjadi sebuah bahasan yang mengasyikan. Seperti para pelawak di panggung yang pandai berimprofisasi sahut menyahut, sambung menyambung yang meletupkan sebuah kejutan yang melahirkan tawa segar yang sebelumnya tak terduga. Coba, seandainya ( 1 ) besok tanggal 12 Desember 2016, aksi menuntut Ahok, Gubernur DKI yang tersangka penistaan agama yang diberi label Aksi Bela Islam III, berjalan damai, santun, tanpa kerusushan, tanpa sampah berserakan dan tanpa korban jiwa seperti pada aksi tanggal 4 November 2016, pokoknya semua berjalan indah dan Islami. Tapi, apa yang diharapkan oleh para peng-aksi, tidak dipenuhi oleh pemerintah ...