Selasa, 27 Desember 2016

hoax

Jika berita hoax dan berita nyata tak bisa dibedakan, apa kita harus melepas semua informasi tentang berita.

Ada yang ingin di capai pad seseorang yang rajin membuat dan meng-upload berita hoax pada internet. Rumus sederhananya, setiap ada perbuatan pasti ada yang ingin dihasilakan dari apa yang dilakukannya. Bisa karena uang, hobi, keinginan, iseng atau bisa juga karena tekanan.

Berita hoax yang disusun dan ditulis dengan rapi, sistematis, dan juga penuh dengan argumen serat tautan kejadian yang sudah ada dan terkenal, menjadikan berita yang hoax membius si pembaca dan bisa mengalahkan berita yang sebenarnya nyata.

Jaringan internet yang makin luas dan akses data yang semakin mudah, menjadikan sebuah berita dalam bentuk apapun, tulisan, audio, visual, gambar, kartun dan alat komunikasi apa saja bisa menyebar dalam hitungan detik.

Kabar buruk bisa berlipat kali penyebarannya dibanding berita baik. Tak heran jika para penulis berita memberi judul yang dramatis, menggugah penasaran untuk meng-klik. Jumlah viewer itulah yang diperlukan bagi para penulis di dunia maya yang dapat menghasilkan uang dari ppc ( pay per clik ), bagi mereka yang berasimilasi dengan layanan iklan semacam google adsense, misalnya, atau semakin banyak pengunjung dan pengikutnya ( subscriber ), pihak pemasang iklan bisa langsung memesan space untuk ditayangkan.

Ujung tujuan dari berita hoax bagi si penulis ( penyebar ) sangat beragam dan berbeda. Dan sasarannya juga bermacam-macam. Hoak akan tidak berpengaruh jika budaya rajin membaca sekaligus memilah sebuah bacaan, semakin baik. Sisi baik dari berita hoax, kita menjadi tidak mudah terprofokasi dan menjadi pembaca yang mengerti dan memahami.

Karena si pembuat hoax selalu punya kepentingan, jangan berharap hoax akan berhenti. Menjadikan kita memahami, mengerti dan bijak dalam menyikapi berita akan menjadi langkah yang bisa untuk meredam kita dari pengaruh berita hoax.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar