Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

MASIH DI JALAN YANG SAMA

Selalu saja aku terpesona dengan jalan yang dilewati saban hari. Tak dihitung berapa kalinya. Tak sempat. Terasa tak perlu. Jalan yang sama yang selalu dilewati, kadang menggugah hati. Mengenang dan membaca. Ada yang banyak kurang pas pada saat tertentu, dan mengingatnya sekedar untuk tidak terjerembab jatuh terlempar. Kadang gelap dan hujan lebat mengantar pada lubang yang semestinya terhindar. Atau sering juga terpaksa menerabas kebimbangan dan berkelit cepat mencari selamat. Masih di jalan yang sama. Jalan yang bermuara satu, jalan yang di tengah bercabang-cabang, bermarka-marka. Petunjuk-petunjuk masih berdiri dingin di tepi jalan, menjelang persimpangan. Kadang terabaikan, kadang segaja terlupakan. Malam atau dini pagi bersiap untuk pagi berangkat, pada jalan yang sama untuk melewati. Sampai pada titik sampai dan tak lagi bisa berangkat. Mati.

Dikejar masa aktif.

Pernah merasa di kejar-kejar masa aktif dari operator seluler?  Saya pernah merasakan bagaiamana tidak enaknya di kejar-kejar masa aktif sebuah operator telepon seluler. Serasa baru lima hari beli pulsa dan pulsa masih cukup banyak untuk berkomunikasi, tiba-tiba semua stok pulsa yang ada tak bisa dipakai karena masa aktif telah habis. Dan harus beli pulsa lagi sekedar untuk mengaktifkan. Karena harus melakukan komunikasi, terpaksa dibela-belain beli pulsa, tentu sambil merengut. Cukup lama juga hampir tak sadar saya diatur oleh operator seluler itu, ‘lha wong dia yang butuh pelanggan kok malah gue yang diatur-atur. Emang hanya tak ada pilihan lain?’ Sejak sadar dari ‘hipnotis’nya, saya langsung habisin semua pulsa untuk browsing dan hal lain yang sebenarnya tak perlu, hanya sekedar menge-nol-kan pulsa. Yang butuh pelanggan itu operator! kenapa nggak mpelihara konsumen agar tak lari? Yang butuh kenyamanan itu konsumen, kenapa kau jerat dengan sesuatu yang bikin nggak nyam...

pelintir

Pernah / sering dengar atau baca berita yang sengaja di pelintir?? Di era sekarang, di Indonesia yang memberi ruang kebebasan untuk berpendapat sangat luas, pasti pernah. Mengucapkan kalimat atau menulis kalimat dengan disengaja agar arah penafsiran seperti yang yang di kehendaki si komunikan, sebagai salah satu jalan untuk mendiskreditkan pihak yang diserang, menjadi hal yang sering terjumpai. Terlebih saat ruang politik sedang riuh rendah berebut kursi, berebut simpati, berebut suara agar tujuannya mengendendalikan kekuasaan pada masing level kepala daerah, tercapai. Berita yang sengaja disusun dengan kata-kata yang membuat yang mendengar atau melihat menjadi berkurang rasa simpatinya terhadap korban dari berita yang dipelintir, disajikan dengan nada suara yang datar, biasa-biasa saja dan dengan  ekspresi tanpa menyerang (dalam berita di tivi), disampaikan seperti hal nyata dengan dibumbui kalimat terbuka yang bermakna ganda dan bercabang. Dalam kalimat itu juga dipilih deng...

alergi saja

Sepakbola Indonesia sudah lumayan untuk ditonton, dan saya sudah bisa menikmatinya. Tapi jika harus berebut chanel dengan anak dan istri (karena hanya punya satu tivi), sering saya yang harus mengalah, karena harus menang dengan anakku yang perempuan yang tentu seide dengan ibunya pasti sesuatu yang wagu dan nggak patut didengar. Hal yang paling saya dongkol, bukan karena saya nggak bisa nonton sepakbola-nya, tapi apa yang ada di tivi yang ditonton itu sebuah tayangan sinetron yang menurutku sangat tidak bermutu, mudah ditebak jalan ceritanya, suka ngomong dalam hati yang terdengar keras, over dramatisir, mengeksploitasi kecurangan dan kebencian, ketidakberdayaan si lakon dan cerita yang mengular tak patut di ingat. Sedemikian berkorbannya kah para pekerja seni pembuat sinetron itu melepas idealis seninya demi untuk mendapat job dan uang? Saya sangat yakin, mereka yang terlibat dalam pembuatan sinetron itu past orang-orang yang berkesenian tinggi, orang yang punya cita rasa seni d...

Jual beli saham.

Sesuatu yang baru itu memang asyik dan mengasyikan. Tujuan awalnya menjadi terlupa dan lompat sana sini untuk menambah tahu yang semakin masuk makin ribet dan menjadi serasa bodoh. Kegiatan beli dan jual tentu berharap keuntungan. Dan menjadi agak terkejut ketika keasyikan mengamati dan lupa untuk take profit. Perdagangan saham memang begitu atraktif, penuh misteri, kejutan, dan hal-hal yang tak terduga yang meleset dari analisa yang ada dalam pikiran hasil dari pengejwantahan segala apa yang bisa dibaca. Memulailah saya untuk belajar beli dan jual saham. Ada banyak hal yang harus saya perhatikan, seperti keputusan pemerintah dalam kebijakan ekonomi, perkembangan politik, iklim investasi dll yang buat saya menjadi semakin asyik dan membawa saya ke dunia lain yang aku selalu suka jika itu sesuatu yang memerlukan tantangan. Ah, grafik dan  pergerakan harga itu seperti sebuah ombak yang datang silih berganti pasang surut tak terkendali, tak terprediksi. Pagi melonjak tinggi, sore...