Label

Kamis, 26 September 2019

TOLERANSI PADA INTOLERAN


Belakangan ini, ‘toleransi’ menjadi sebuah kata yang sensitif dalam pembahasan. Orang tidak boleh berkata, menulis atau mengungkapkan kata, berbuat atau bergerak yang dianggap intoleran oleh orang yang tidak seide, sekeinginan, sekeyakinan dan berseberangan. Berbuat sedikit saja yang dianggap intoleran akan menjadi masalah besar jika ingin dibesar-besarkan oleh pihak yang tidak senang. Perebutan kekuasaan, Pipres, Pileg dan pertarungan politik, menambah bergairahnya penggorengan isyu atau bukan isyu tentang intoleran.


Media sosial menjadi tempat yang subur dan amat sangat cepat berpengaruh untuk membuat suasana yang diinginkan, jika seseorang menuduh seseorang atau kelompok tertentu intoleran. Ketokohannya juga iku berpengaruh untuk menggoreng langit pendapat. Menjadi simpang siur atau kemudan saling bertabrakan, sangat mungkin untuk diskenariokan.


Kita menjadi pada posisi harus maklum dan mengerti apapun yang ada di depan kita, di lingkungan kami bahkan di semua bawah langit. Harus senang dan maklum meskipun kita tidak suka atau bahkan merasa keyakinannnya terlecehkan.


Anehnya, yang menuduh orang lain atau kelompok lain itu intoleran, sepertinya tidak menyadari kalau Ia juga telah berlaku intoleran. Jika Ia orang yang benar-benar punya toleransi, Ia juga harus mau menerima dan mengerti orang lain yang berlaku (menurutnya) intoleran. Jika Ia merasa terganggu, orang lain yang dianggapnya menganggu, bisa saja merasa si penuduh telah berlaku intoleran.


Sebuah keyakinan, apalagi menyangkut agama, akan sangat susah untuk mengikuti semua kemauan orang yang ada di sekitar demi apa yang di sebut toleransi. jika ada seseorang yang merasa apa yang diinginkan atau diangankan harus sesuai keinginannya, dan menganggap intoleransi jika tidak sesuai, ia telah berlaku egois dan intoleransi. Diperparah lagi dengan membesar-besarkannya di media sosial seolah Ia-lah yang paling toleran. Toleransi itu juga harus toleran terhadap orang yang (dianggap) intoleran.


Merasa paling toleran adalah intoleransi. Toleransi itu juga bertoleran terhadap yang intoleran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar