Postingan

PUASA DENGAR BERITA

Jika ingin merasa negara kita dalam kondisi baik-baik saja, jangan tonton tivi dan baca berita. Apalagi berita seputar politik. Anggap saja tidak ada apa-apa, anggap saja semua baik-baik saja. Anggap saja tidak ada pihak lain atau seklopok orang lain yang sedang ingin menguasai kita dan memanfaatkan kekuasaannya jika sudah berkuasa. Anggap saja semua akan baik-baik saja sampai berpuluh-puluh tahun ke depan dan kita tetap akan selamat dan aman dari siapaun. Anggap saja idelisme kita dan ideologi kita tetap terjaga, tetap tak akan ada yang mengusik sampai kapanpun. Sekitar rentang waktu dua bulan, saya tak begitu memperdulikan berita politik dan berita lainnya yang terkait dengan statemen yang menyangkut perebutan kekuasaan dan semua intrik politik, menjadi terasa tak sedang terjadi apa-apa dalam kehidupan bernegara kita. Seperti tidak sedang berlangsung perebutan kekuasan melalui pemilu tahun depan (2019). Poster-poster calon presiden dan calon anggota legislatif kabupaten, propins...

KOH

‘Koh’ kwe basa Banyumasan. Cara ning Basa Indonesia kwe kata sambung, utawa kata konjungsi, gunane nggo nyambung kalimat sing ning ngarep mburi kon nyambung karo kalimat sing ning mburine. Ning Basa Indonesia, kata konjungsi kwe kaya : Atau,   Tetapi, Namun, Sedangkan, Sehingga, Agar, Jika, Ketika, Seandainya, Karena, Bahwa. Nah, kata ‘koh’ ning Basa Indonesia ora ana sing pada. Ora ana sing pas lan mathuk tekan ati. Tek njajal-njajal mbok ana sing pas, ya ora cocok karo ‘koh’. Ukara lanjutane ‘koh’ ning basa Banyumas, kwe wis ana ning pikiran senajan ora de omongna. Pikirane wong sing ngrungu angger ana wong ngomong ana ‘koh’, kwe de lanjutna maring kelakunan subyek (subyek basa banyumase apa yah?) sing ora pas karo sing kudune, sing de karepna, sing kayane pas.  Angger wis nganti ana ‘koh’ brarti?   Contone: Jere kyai koh, .......... Ustadz koh, ......... Kaji koh, ....... Guru koh, ............. Hansip koh, ....... RT koh, ...... Lurah, ....... Camat k...

RATNA SARUMPAET

Gambar
djayim.com Ketika seorang Ratna Sarumpaet, saya baca di sebuah berita, masuk dalam tim kampanye capres cawapres Prabowo – Sandi, saya kecewa. Sebuah kekecewaan yang biasa dan sama sekali tak berpengaruh pada konstalasi perpolitikan di Indonesia. Kekecewaan seorang saya tak ada yang mendengar dan tak akan ada yang merasa perlu untuk memperdulikan. Inipun sekedar pengin ditulis dan berungkap rasa. Kekecewaan ini pun bukan karena saya berharap Ratna Sarumpaet menjadi bagian dari tim Jokowi – Ma’ruf. Kecewa saya hanya keinginan untuk melihat selalu ada sosok yang berani tetap diluar kelompok politik yang tetap konsisten kritis pada situasi dan rezim apapun. Dan Ratna Sarumpaet, saya lihat selama ini konsisten berada di luar penguasa, siapapun penguasa, dan selalu memberi kritikan dan pandangan sebagai seorang aktivis. Meskipun ketika Ia baru masuk dalam daftar tim kampanye Prabowo – Sandi yang bukan penguasa, dengan bergabung dengan salah satu kubu politik yang sedang bertarung me...

SMS dan PANGGILAN PENIPUAN.

Gambar
Akhir tahun 2017 dan awal tahun 2018, warga Indonesia yang menggunakan nomor telepon seluler diwajibkan oleh pemerintah untuk mendaftarkan nomornya sesuai dengan alamat yang ada di kartu keluarga ( KK ) atau KTP. Himbaun untuk segera mendaftar dan ancaman akan dilakukan pemblokiran jika tidak mendaftarkan nomornya pada batas waktu yang telah ditentukan, terus menerus dilakukan. Peregisteran nomor telepon seluler itu, katanya, agar jika ada nomor yang digunakan ilegal dan melawan hukum, bisa diketahui identitas penggunanya. Jumlah nomor pada satu operator seluler yang dapat diregister dengan identitas yang sama pun dibatasi. Pemanfaatan telelpon seluler dalam komunikasi yang merongrong dan membahayakn negara, akan diketahui pelakunya, jika nomor telepon diregister sesuai identitas yang benar. Ini salah satu upaya pemerintah untuk membatasi ruang gerak para pemberontak dan para teroris yang selalu saja muncul dan memberi ketakutan pada warga negara Indonesia dan juga meneror pem...

BENCANA

Cerpen. BENCANA Oleh: soleh djayim Ini bencana besar kedua yang aku alami. Jam dinding di tembok kamar rumah kontrakanku yang sedang menunjuk pukul enam kurang empat menit tiba-tiba bergoyang kemudian terpental jatuh. 27 Mei 2006 Bumi bergoyang. Gempa! Suara gemuruh megiringi terdengar begitu panjang dan berat. Aku seret istriku keluar rumah. Kami berlari terhuyung dan hampir terjerembab. Dua detik setelah kami keluar lebih dari separoh genteng jatuh, dinding batu bata yang belum disemen runtuh dan posisi rumah miring ke kanan. Meski barang-barang di dalam rumah terancam terkubur reruntuhan gedung, kami tak berani masuk untuk menyelamatkannya. Gempa bisa saja datang lagi atau tiba-tiba rumah runtuh terjerembab ke tanah. Bencana besar pertama yang kualami ketika gempa Nias. Dalam perjalanan misi dakwah, ketika kami belum sampai ke tujuan semula ke pulau Sinabang karena kapal penyeberangan yang akan kami tumpangi kehabisan bahan bakar. Sebuah perjalanan terpanjang yang baru ...

ULAR-ULAR MEMATUK MATA

Gambar
Cerpen . Oleh: soleh djayim Tak ada sedikit pun tempat yang aman baginya untuk menyembunyikan badannya dari segala ancaman yang selalu mengintai. Makanya Ia tak lagi merasa perlu berusaha untuk sembunyi. Menghadapi segala ancaman adalah satu-satunya keputusan. Ia selalu mecipta cita rasa seni di setiap bahaya yang siap menelannya. Satu pertanyaan yang selalu menggantung di benaknya; aku harus bagaimana? Sedangkan jawaban begitu banyak tersedia yang selalu diikuti resiko. Ia tak pernah mengerti kenapa perjalanan hidupnya datang di tempat yang selalu ada ancaman. Ia merasa tak punya hak untuk menguasai ‘hidup’, tetapi Ia merasa tak menjalankan kewajiban jika pasrah dan menyerah kalah dari setiap ancaman yang bisa membuatnya mati. Bertahan hidup dan menjalaninya adalah ibadah dan ujud rasa tanggungjawab. “Kau akan kalah, menderita dan tak akan merasakan nikmatnya perjuangan hidup. Kau akan meratapinya dan menyesal. Aku akan menyaksikan itu. Kau akan menyesal tidak seperti...

JANGAN GAMPANG PERCAYA BERITA POLITIK DI MEDSOS

Gambar
Koneksi internet yang semakin bagus dan penggunaan alat tekhnologi yang semakin luas serta pemakainnya yang semakin gampang, membuat begitu banyak orang tersambung dengan dunia maya. Dunia yang setiap detik bertambah jangkauannya dan bertambah kualitas koneksinya. Smartphone yang semakin murah dan biaya koneksi data yang semakin terjangkau membuat begitu banyak orang, dengan tak terbatasi oleh usia, tersambung satu sama lain dalam dunia penuh berjubel segala informasi dari berbagai sumber dengan berbagai tujuan dan latar belakang kepentingan. Dengan segala fasilitas yang ada, maka seolah dunia ada dalam genggaman. Kita bisa mengakses semua informasi, bisa berdiskusi, sharing pendapat tanpa harus bertatap muka. Kemudahan itu mendorong orang untuk memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi, kelompok atau golongannya. Dunia politik memanfaatkan sebuah wahana yang tersedia dengan begitu luas dan terus berkembang. Begitu banyak propaganda yang setiap hari diunggah untuk mempengaruhi pe...