Senin, 19 November 2012

PENGARUH TEGAKAN HUTAN PINUS TERHADAP TATA AIR


E

djayim.com
Pinus (Pinus merkusii) adalah pohon yang memerlukan air cukup banyak sekitar 1500 mm air diuapkan oleh transpirasi pinus. banyak yang menganggap hal tersebut dapat mengakibatkan kekeringan di daerah arilan sungai.
contoh nyata pinus yang di tanam di daerah garut menumbulkan komplen dari masyarakat karena air tersedia dari mata air berkurang. benarkan pinus penyebabnya?

Setelah diilakukan penelitian mengenai hal tersebut, ternyata tidak benar pernyataan bahwa pinus mengakibatkan kekurangan air tersedia bagi masyarakat sekitar hutan. faktanya walau pun pinus membutuhkan air yang cukup tinggi namun dengan adanya akar pinus mengakibatkan tegangan di sekitar akar pinus tinggi, sehingga mengakibarkan air yang diserap oleh tanah menjadi cukup besar. hal tersebut dapat berkolerasi positif (debit air pada daerah aliran sungani menjadi stabil)terhadap Daerah Aliran Sungai hal ini karena air hujan dapat terinfiltrasi dalam tanah cukup banyak sehingga aliran air permukaan dapat terhambat.

Hal di atas hanya dapat terjadi apabila curah hujan di wilayah tersebut lebih dari 200 (asumsi opavorasi 500) mm, karena jika kurang dari itu maka akan terjadi defisit air di daerah tersebut.
Fakta lainnya (dari berbagai sumber yang bisa dipercaya) adalah ketika banyak yang menganggap bahwa tegakan hutan pinus di daerah danau toba menyebabkan tinggi permukaan air berkurang/surut ternyata salah. Setelah hutan pinus di tebang habis mengakibatkan danau taba surut sangat drastis pada waktu-waktu tertentu. balakangan diketahui bahwa opini pinus menyebabkan danau surut hanyalah isu yang di sebarkan oleh pihak yang tidak dipertanggung jawab untuk mengambil kayu pinus untuk bahan baku kertas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar